Naomi Osaka Melaju ke Babak Ketiga Prancis Terbuka 2026
Petenis tunggal putri Jepang Naomi Osaka memastikan diri melangkah ke babak ketiga turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2026 di Paris setelah menumbangkan Donna Vekic pada Kamis, 28 Mei 2026.
Kemenangan straight set 7-6 (1), 6-4 atas peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 tersebut membawa Osaka mencatatkan pencapaian babak ketiga pertamanya di Roland Garros sejak 2019. Hasil ini diraih setelah pada babak pertama ia menundukkan Laura Siegemund dengan skor 6-3, 7-6 (3).
Dilansir dari laporan japantoday.com, mantan petenis nomor satu dunia yang kini menduduki peringkat 16 WTA itu selanjutnya akan berhadapan dengan petenis remaja asal Amerika Serikat berusia 18 tahun, Iva Jovic.
Jovic melaju ke babak ketiga usai membuat kejutan dengan mengalahkan Alexandra Eala 6-4, 6-2 dan juara Strasbourg Emma Navarro 6-0, 6-3. Osaka mengakui performa impresif calon lawannya yang juga menjadi semifinalis di Auckland musim ini.
"Honestly, I don’t know much about her. I’ve seen her play a little bit in passing, but I haven’t sat down and watched a full match. But I’m really impressed by her. She’s gotten here very quickly – although obviously it’s been years of hard work for her," kata Naomi Osaka, Unggulan ke-16 Prancis Terbuka.
Mantan juara Grand Slam tersebut menambahkan bahwa ia sempat melihat penampilan Jovic di awal tahun ini. Saat itu Jovic sukses menembus babak perempat final Grand Slam pertamanya di Australia Terbuka.
"I watched a little of her match against Jasmine Paolini at the Australian Open and she’s really, really good. I’m excited for the match because we’ve actually had a lot of chances to play each other before, but either she would lose in that round or I would lose in that round, so we never officially met. It’s cool that it’s finally happening here," tutur Naomi Osaka.
Selain performa di lapangan, Osaka mencuri perhatian lewat busana avant-garde bernuansa couture hasil kolaborasi dengan desainer Swiss Kevin Germanier. Saat melawan Siegemund pada Selasa, 26 Mei 2026, ia masuk lapangan mengenakan korset hitam dan rok lipit panjang transparan, sebelum membukanya dan menampilkan gaun tenis emas tanpa lengan buatan Nike.
Pakaian tersebut memanfaatkan potongan pakaian olahraga bekas. Osaka mengungkapkan kepada BBC Sport bahwa busana berkilaunya terinspirasi dari suasana Menara Eiffel pada malam hari.
"Lucunya, kalian tahu kan bagaimana Menara Eiffel saat malam ketika lampunya berkilau? Saya merasa penampilan saya sedikit mirip seperti itu," ujar Osaka.
Petenis yang kembali ke dunia tenis pada 2024 setelah melahirkan putrinya, Shai, sempat khawatir busana tersebut terlalu reflektif di bawah sinar matahari. Ia bahkan menyiapkan dua baju cadangan karena takut mendapat teguran dari wasit.
"Saya sempat takut wasit akan meminta saya keluar dari lapangan karena gaun ini memantulkan cahaya…." kata Naomi Osaka.
Pilihan gaya busana ini disebut Osaka sebagai salah satu strateginya dalam memberikan hiburan bagi para penonton turnamen Grand Slam.
"Ini sangat couture. Anda tahu Menara Eiffel saat malam hari yang berkilau, saya merasa sedikit seperti itu," katanya.
Osaka, yang dikenal memiliki kepribadian tertutup, menegaskan bahwa mengeksplorasi fashion di lapangan tenis merupakan medium utamanya dalam mengekspresikan diri.
"Atlet juga bagian dari bisnis hiburan. Momen masuk ke lapangan Grand Slam adalah satu-satunya saat saya merasa seperti entertainer," ujar petenis.
Gaya busana dramatis ini terus ia eksplorasi, melanjuti penampilan sebelumnya yang terinspirasi ubur-ubur saat berlaga di Australia Terbuka.
"Saya tidak banyak bicara, jadi saya berbicara lewat pakaian. Saya cukup dramatis soal gaya," tuturnya.
Sementara itu, saat menghadapi Donna Vekic di Court Simonne-Mathieu, Osaka memadukan atasan payet emas terstruktur dengan rok mini mikro lipit serasi, ditambah ekor gaun kain tule tebal warna krem yang menyerupai gaya busana abad ke-19.
"The inspo was, I don’t want to say Victorian, but you know the ladies that have the dresses with the poof in the background?" kata Osaka.
Sebelum memulai pertandingan, Osaka melepas ekor kain tule panjang tersebut dan menyerahkannya kepada petugas pemungut bola. Ia lalu mengakui tidak mengetahui istilah historis yang tepat untuk pakaian penambah volume bagian belakang gaun tersebut.
"It's so terrible of me to not know the correct term of that." ujar Osaka.
Gaya busana inovatif Osaka memicu pujian dari petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, dalam siaran TNT Sports setelah kemenangannya atas Jessica Bouzas Maneiro.
"This is sparkling. I love it. I love that she’s expressing herself. She should feel confident. That’s the beauty of the fashion world. There’s space for anything. I love that she’s bringing it on court. I love to see fashion on court," kata Aryna Sabalenka, Petenis Tunggal Putri.
Sabalenka pun merespons pertanyaan mengenai peluang dirinya menggunakan pakaian bermodel pernyataan serupa di masa mendatang.
"I think we have a different style, but one day I will for sure come up with something cool and make a cool entrance on the court. I feel like I’d go with something more classy, something less but more," tambah Aryna Sabalenka, Petenis Tunggal Putri.
Pakaian rancangan desainer Kevin Germanier tersebut juga merujuk pada penampilan ikonik Osaka di ajang mode dunia awal Mei ini.
"Setelah penampilannya di MET Gala yang luar biasa, penting untuk kembali tampil sama kuatnya di momen ini, memadukan couture dan olahraga," ujar Kevin kepada Vogue.
Pertandingan babak ketiga melawan Jovic akan menjadi momentum penting bagi Osaka. Jika ia berhasil memenangkan laga mendatang, ia akan menembus babak 16 besar Prancis Terbuka untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya.