Brandon Nakashima dan Frances Tiafoe Tembus Semifinal Cincinnati Open 2026
Petenis Amerika Serikat Brandon Nakashima menundukkan kompatriotnya Taylor Fritz dengan skor 7-6(9), 4-6, 6-3 di perempat final Cincinnati Open 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Hasil ini mengantarkan Nakashima menembus babak semifinal turnamen Masters 1000 tersebut secara beruntun.
Kemenangan dalam laga berdurasi 2 jam 13 menit itu memastikan bakal lahirnya juara baru di Cincinnati Open setelah gugurnya nama-nama besar. Pertandingan berlangsung sengit, di mana Nakashima sempat mengalami kelelahan fisik dan mental sebelum mengunci kemenangan di set penentuan.
"Jelas tidak mudah hari ini. Pertama-tama bertanding melawan seseorang seperti Taylor tidak pernah mudah dan juga seperti bertarung melawan diri sendiri di lapangan. Secara mental, fisik, merasa sedikit lelah di beberapa momen, tetapi hanya mencoba mencari cara dan berusaha melewatinya di akhir," kata Brandon Nakashima, petenis AS.
Performa apik ini melanjutkan tren positif Nakashima yang pekan lalu berhasil menjadi runner-up di Canadian Open Montreal. Kemenangan atas Fritz membuat peringkat ATP langsung Nakashima melesat enam tingkat ke posisi 16 dunia, dengan peluang menembus peringkat 11 jika mampu mencapai partai puncak.
"Hanya mendapatkan banyak kepercayaan diri dari semua pertandingan yang telah saya jalani. Ketika pertandingan menjadi sangat krusial di set ketiga, saya hanya mencoba memercayai permainan saya sepenuhnya dan sangat bangga dengan cara saya menyelesaikan pertandingan," ujar Brandon Nakashima, petenis AS.
Keberhasilan Nakashima mengatasi tekanan di lapangan tidak lepas dari pembenahan teknik dan mentalitas bertanding. Ia mengaku kini lebih berani mengeksekusi pukulan forehand sebagai senjata serangan utama pada poin-poin krusial.
"Saya selalu merasa bisa memukul forehand dengan baik. Saya bisa tampil ofensif dengan forehand. Ini hanya masalah melakukannya saat benar-benar krusial atau ketika momen-momen penuh tekanan itu datang," kata Brandon Nakashima, petenis AS.
Kepercayaan diri tersebut tetap ia pertahankan meskipun beberapa eksekusinya sempat meleset di tengah ketatnya reli. Dukungan dari tim pelatih di pinggir lapangan diakuinya menjadi kunci penting saat stamina dan fokus mulai menurun.
"Jika saya gagal melakukan beberapa pukulan dalam situasi tersebut, saya hanya harus terus mengayunkan raket dan terus memercayai diri sendiri," ujar Brandon Nakashima, petenis AS.
Konsistensi performanya pekan ini juga didukung oleh adaptasi yang baik setelah pengalaman melaju hingga final pekan lalu. Ia memilih untuk menjalani setiap babak tanpa beban berlebih.
"Pekan lalu di Montreal, semuanya cukup baru bagi saya. Sekarang setelah saya memiliki pengalaman pekan lalu, saya merasa pekan ini hanya mencoba menghadapinya seperti pertandingan lainnya, coba menjalaninya hari demi hari," kata Brandon Nakashima, petenis AS.
Pengaruh pelatih barunya, Wayne Ferreira, turut memberikan dampak besar bagi stabilitas permainannya. Ketenangan sang pelatih membantu Nakashima dalam mengontrol emosi di dalam lapangan.
"Hari ini sama sekali tidak mudah. Pertama-tama, menghadapi seseorang seperti Taylor tidak pernah sederhana. Selain itu, saya juga bertarung melawan diri sendiri di lapangan, secara mental dan fisik, merasa sedikit lelah di beberapa momen, tetapi hanya berusaha menemukan cara untuk bertahan dan menyelesaikannya pada akhirnya," ujar Brandon Nakashima, petenis AS.
Faktor emosional dan ketenangan di bangku pemain dinilai menjadi pembeda utama saat dirinya tertinggal atau mengalami kebuntuan dalam permainan.
"Ketika saya berada di lapangan dan hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan atau Anda merasa tidak terlalu percaya diri, di saat-saat seperti itu Anda mulai merasa frustrasi sedikit lebih mudah. Memiliki tim di bangku Anda yang mempertahankan sikap positif dan membantu Anda untuk terus mendorong lebih banyak, saya pikir itu penting. Berusaha menemukan gigi ekstra itu, terutama dalam pertandingan seperti ini ketika Anda tidak memainkan tenis terbaik Anda atau sedikit lelah, sangatlah penting. Ini adalah bukti karakter Anda sebagai seorang pemain," kata Brandon Nakashima, petenis AS.
Hubungan kerja yang harmonis dengan Ferreira membuatnya merasa lebih nyaman dalam mengatasi situasi sulit selama tur berlangsung.
"Saya pikir kepribadiannya, untuk memulainya, cukup tenang dan santai sebagian besar waktu. Dan saya pikir itu sangat cocok dengan kepribadian saya di lapangan. Dia juga merupakan pemain tingkat tinggi sebelumnya, jadi dia tahu kapan dia harus mendorong sedikit lebih keras, kapan harus berbicara lebih banyak, atau kapan harus bicara lebih sedikit selama pertandingan, tergantung bagaimana perasaan saya, apakah saya frustrasi atau tidak.
Saya pikir sejauh ini sangat luar biasa. Kami telah membangun hubungan yang baik dan bersenang-senang bersama," ujar Brandon Nakashima, petenis AS.
Mengenai peningkatan efektivitas pukulan jalurnya, Nakashima menegaskan komitmennya untuk tetap bermain agresif tanpa ragu-ragu di setiap kesempatan.
"Saya selalu merasa bahwa saya bisa memukul forehand saya dengan baik, bahwa saya bisa menjadi agresif dengan pukulan itu. Ini hanya tentang melakukannya saat itu benar-benar penting atau ketika momen-momen tekanan itu tiba," kata Brandon Nakashima, petenis AS.
Keyakinan diri inilah yang membawa Nakashima terus melaju di babak-babak utama ajang tenis tingkat tinggi tersebut.
"Dengan semua pertandingan ini, saya merasakan banyak kepercayaan diri untuk mengandalkan forehand saya dalam situasi seperti itu saat ini. Bahkan jika saya meleset beberapa bola atau membuat kesalahan di momen-momen tersebut, ini tentang terus mempercepat pukulan. Jika saya percaya pada diri sendiri, saya tahu saya bisa bermain bagus pada akhirnya," ujar Brandon Nakashima, petenis AS.
Di babak semifinal, Nakashima akan menghadapi sesama petenis AS, Frances Tiafoe. Unggulan ke-17 itu mengamankan tiket empat besar usai menghentikan perlawanan unggulan ke-10 asal Italia, Lorenzo Musetti, dua set langsung 7-6(2), 7-5 di P&G Stadium Court.
Tiafoe mencatatkan statistik krusial dengan memenangi 87 persen poin dari servis pertamanya serta merebut 40 poin dari posisi penerima servis. Kemenangan ini juga mengembalikan posisi Tiafoe ke peringkat 20 besar dunia setelah sempat merosot keluar dari 30 besar.
"Saya hanya harus bermain untuk menang. Kita semua hanya mencari keunggulan satu persen itu, berusaha mencari solusinya. Pemain yang tampil lebih berani di momen-momen tertentu akan mendapatkannya.
Saya memukul bola dengan sangat baik malam ini. Dari garis belakang lapangan saya telah bermain sangat baik, jadi saya mengandalkan hal itu," kata Frances Tiafoe, petenis AS.
Laga semifinal lainnya akan mempertemukan petenis Italia Flavio Cobolli melawan wakil Prancis Arthur Fils. Cobolli menembus empat besar usai mengalahkan Tommy Paul, sementara Fils melaju usai menang dua set langsung atas Thiago Agustin Tirante.