MSCI Pertahankan Status Emerging Market Pasar Modal Indonesia
Status pasar modal Indonesia di Emerging Market resmi dipertahankan oleh penyedia indeks saham global, MSCI, pada Rabu (24/6/2026). Pengumuman ini menempatkan bursa tanah air sejajar dengan beberapa negara di Asia-Pasifik, Amerika Selatan, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Berdasarkan hasil MSCI 2026 Market Classification Review, posisi Indonesia di kawasan Asia-Pasifik setara dengan China, India, Malaysia, Filipina, Korea, Taiwan, dan Thailand. Sementara itu, wilayah Amerika Selatan diisi oleh negara seperti Brazil, Chile, Kolombia, Meksiko, hingga Peru.
Dilansir dari pengumuman resminya, MSCI juga mengapresiasi sejumlah reformasi pasar modal yang dilakukan oleh Self-Regulatory Organization (SRO). Langkah perbaikan ini mencakup peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham di atas 1% hingga kenaikan free float menjadi 15%.
Kendati demikian, lembaga internasional tersebut memberikan catatan kritis kepada Indonesia terkait isu transparansi struktur kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi. Investor global dilaporkan mengeluhkan hal tersebut karena dinilai membatasi penilaian pasar.
"Kedua kekhawatiran tersebut secara signifikan membatasi kemampuan investor untuk menilai jumlah saham yang benar-benar beredar (free float) dan mengandalkan harga pasar yang teramati dalam penyusunan portofolio serta replikasi indeks, dan hal ini berkaitan langsung dengan pilar information flow dan infrastruktur pasar dalam kerangka kerja aksesibilitas pasar MSCI," tulis MSCI dalam pengumumannya, Rabu (24/6/2026).