Monza Bidik Kemenangan Kontra Juve Stabia pada Semifinal Playoff Serie B
AC Monza menjamu Juve Stabia dalam pertandingan leg kedua semifinal playoff promosi Serie B di Stadion U-Power pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 20.00 waktu setempat. Pertandingan penentu ini digelar setelah kedua tim bermain imbang dengan skor 2-2 pada laga leg pertama di Stadion Menti.
Hasil imbang pada laga sebelumnya memberikan keuntungan bagi Monza karena mereka hanya perlu menghindari kekalahan untuk bisa melaju ke babak final. Pada pertemuan pertama tersebut, Monza sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu sebelum akhirnya berhasil menyamakan kedudukan.
Juve Stabia membuka keunggulan melalui gol mantan pemain Monza, Nicola Mosti, pada menit ke-57 yang memanfaatkan umpan silang Alessio Cacciamani. Skuad asuhan Abate kemudian menggandakan skor menjadi 2-0 lewat sundulan Alvin Okoro pada menit ke-68 setelah menerima operan dari lini kiri.
Monza merespons ketertinggalan dengan memasukkan beberapa pemain pengganti termasuk Andrea Petagna, Bakoune, Filippo Delli Carri, dan Caso. Perubahan taktik ini membuahkan hasil ketika Andrea Carboni mencetak gol memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 melalui tendangan kaki kiri yang akurat.
Satu menit menjelang waktu normal berakhir, tepatnya pada menit ke-89, Filippo Delli Carri berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Bek tersebut memanfaatkan situasi kemelut di dalam kotak penalti setelah menerima bola dari eksekusi tendangan bebas Hernani.
Menjelang laga leg kedua ini, Pelatih Monza, Paolo Bianco, menegaskan bahwa timnya tidak akan bermain aman demi mengamankan hasil imbang. Skuadnya diminta untuk tetap mengincar kemenangan tanpa harus merasa terbebani untuk lolos ke kasta tertinggi.
"We have an advantage, but in the first leg we lost it by half an hour: it's better not to make calculations. They will come here to win, they have shown they have great quality. And precisely for this reason we too must aim for victory, but without being obsessed. I often tell the team that each of us has hypothetical realities, that is, to go up or not to go up in Serie AYou have to choose which one to catch," tegas Paolo Bianco, Pelatih Monza.
Bianco juga memberikan tanggapan mengenai catatan pertahanan timnya yang dinilai mengalami kerapuhan dalam beberapa laga terakhir. Sang pelatih menyoroti efisiensi serangan lawan yang mampu mencetak gol dari peluang-peluang minim yang didapatkan.
"More than anything, we conceded goals with almost every shot. As for the rest, between Empoli and Juve Stabia, I don't remember any saves from Thiam. There are moments in the season when things go one way, others another. But the team is always the same. In the league, it was at Castellammare that we played the match with the most misplaced passes of the entire year, so obviously that pitch creates quite a few problems for us," tambah Paolo Bianco, Pelatih Monza.
Selain masalah teknis di lapangan, Bianco turut mengomentari ketegangan yang terjadi pascapertandingan di Castellammare. Hal ini termasuk tindakan selebrasi dari Delli Carri serta perselisihan yang terjadi dengan Direktur Olahraga Juve Stabia, Lovisa.
"For me the gesture of Delli Carri (no disciplinary action against him, ed.) wasn't directed at Juve Stabia fans. It was a way of saying the team has what it takes. He certainly could have avoided it and expressed himself differently. I'm sorry about the confrontation with sporting director Lovisa's father; he made inappropriate comments towards me, even if he didn't mean to offend me. They then chose to edit the video; if they hadn't, perhaps the incident would have been less talked about," pungkas Paolo Bianco, Pelatih Monza.
Pertandingan krusial ini akan dipimpin oleh wasit dari Serie A, Maurizio Mariani. Untuk komposisi tim, Monza dipastikan bisa menurunkan kekuatan terbaiknya karena hampir seluruh pemain berada dalam kondisi siap bertanding, kecuali Keita yang harus absen.