AS Monaco Buka Peluang Lepas Paul Pogba Setelah Musim Perdana Minim Kontribusi
AS Monaco membuka peluang untuk melepas gelandang Paul Pogba pada bursa transfer musim panas ini setelah musim debutnya di Ligue 1 terganggu oleh rentetan masalah cedera. CEO AS Monaco Thiago Scuro mengonfirmasi situasi tersebut dalam konferensi pers pada Rabu (08/07/2026), menyusul performa minim sang pemain yang hanya tampil selama 115 menit sepanjang musim lalu.
Pogba bergabung dengan klub Prancis tersebut pada Juni 2025 dengan kontrak berdurasi dua tahun setelah menyelesaikan sanksi larangan bermain akibat kasus doping selama 18 bulan. Namun, mantan pemain Manchester United dan Juventus itu kesulitan mendapatkan waktu bermain akibat masalah betis, paha, pergelangan kaki, dan kebugaran yang terus menderanya sejak November 2025.
Pihak manajemen klub kini meragukan kelanjutan tahun kedua kontrak Pogba setelah sang pemain hanya mencatatkan enam penampilan sepanjang kompetisi lalu. Dalam keterangannya, manajemen AS Monaco menyatakan sikap terbuka mengenai masa depan gelandang berusia 33 tahun tersebut.
"Mungkin dia akan pergi, ya, mungkin dia akan tinggal di sini, ya," ujar CEO Monaco Thiago Scuro.
Hambatan fisik membuat performa Pogba jauh di bawah ekspektasi awal klub saat pertama kali merekrutnya di bursa transfer tahun lalu. Scuro menjelaskan bahwa rencana awal yang dirancang bersama pemenang Piala Dunia tersebut tidak berjalan sesuai dengan harapan awal manajemen.
"Itu [masa depan Pogba] subjek yang sangat rumit karena kami sangat menghormati Paul. Pertama-tama untuk pribadinya. Ketika dia pertama kali tiba di sini, dia sangat positif, dia bekerja, dia membantu para pemain muda.
Namun kenyataannya adalah proyek tersebut tidak berjalan baik musim lalu. Ketika kami memulai proyek ini selama musim panas, ekspektasi yang kami miliki berbeda dengan apa yang terjadi," kata CEO Monaco Thiago Scuro.
Saat ini, klub akan fokus mengamati persiapan fisik Pogba selama program latihan pramusim di bawah asuhan pelatih baru, Filipe Luis. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk menentukan kelayakan sang pemain masuk ke dalam skema taktis tim utama.
"Saya pikir sekarang, kami harus adil kepadanya, melihat persiapannya setiap minggu, untuk melihat bagaimana kemajuannya, tingkat fisiknya, tingkat teknisnya. Dan setelah itu, itu akan menjadi keputusan pelatih. Apakah pelatih memutuskan untuk memberinya waktu bermain atau tidak," kata CEO Monaco Thiago Scuro.
Kondisi fisik dan kualitas teknis sang gelandang selama sesi latihan intensif musim panas ini akan menjadi tolok ukur utama kelanjutan kariernya di Stade Louis II. Monaco menegaskan tidak akan memberikan jaminan posisi utama tanpa pembuktian nyata di lapangan.
"Itu sepenuhnya bergantung pada performa. Kami memiliki musim panas untuk melihat bagaimana level Paul nantinya," ujar CEO Monaco Thiago Scuro.
Hubungan antara manajemen klub dan pemain diklaim tetap berjalan dengan baik serta mengedepankan prinsip keterbukaan. Jika target kedua belah pihak sudah tidak lagi sejalan, Monaco siap mencari jalan keluar terbaik pada jendela transfer kali ini.
"Dengan Paul, hubungan selalu terbuka, transparan. Jika, pada waktu tertentu, tujuan pemain dan klub berbeda, kami harus berbicara dan mencari solusi," kata CEO Monaco Thiago Scuro.
Keputusan akhir mengenai masa depan Pogba sepenuhnya akan didasarkan pada tingkat kontribusi yang mampu diberikan di atas lapangan hijau. Monaco tidak ingin mempertahankan pemain dengan beban gaji besar yang minim kontribusi nyata.
"Performa akan memberikan semua jawaban yang kita butuhkan," kata CEO Monaco Thiago Scuro.
Tekanan finansial dari otoritas pengawas keuangan sepak bola Prancis, DNCG, juga memaksa Monaco untuk merasionalisasi anggaran gaji pemain mereka musim depan. Scuro kembali menegaskan bahwa opsi hengkang bagi sang gelandang sangat terbuka lebar demi menjaga kestabilan finansial klub.
"Ya, tentu saja," ujar Direktur Umum Monaco Thiago Scuro.
Penurunan kondisi fisik Pogba setelah sempat absen kompetitif selama 811 hari akibat sanksi doping menjadi kendala utama kegagalan adaptasinya di skuad Monaco. Manajemen mengakui bahwa realita yang dihadapi di lapangan sangat jauh dari rencana optimis mereka pada awal musim.
"Mungkin dia akan pergi, mungkin dia akan bertahan. Ini subjek yang sangat rumit. Kami sangat menghormati pribadinya terlebih dahulu.
Ketika dia tiba di sini, dia sangat positif, dia membantu para pemain muda. Namun kenyataannya adalah proyek (bersamanya) tidak berjalan baik musim lalu. Ketika kami memulainya, ekspektasi yang kami miliki sangat berbeda," ujar Direktur Umum Monaco Thiago Scuro.
Staf kepelatihan Monaco akan memanfaatkan agenda pramusim untuk melihat apakah mantan pemain termahal dunia tersebut bisa kembali ke level kebugaran terbaiknya. Pemantauan ketat akan terus dilakukan secara mingguan.
"Saya yakin sekarang, kita harus adil dengannya: melihat persiapannya setiap minggu, melihat bagaimana kemajuannya di tingkat fisik, di tingkat teknis," jelas Direktur Umum Monaco Thiago Scuro.
Filipe Luis, yang baru saja memimpin latihan perdana tim, memiliki wewenang penuh untuk menyusun komposisi pemain untuk kompetisi mendatang. Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa kepentingan kolektif tim berada di atas kepentingan individu pemain.
"Dan setelah itu, keputusan akan ada di tangan pelatih, apakah Filipe Luis akan memberinya waktu bermain atau tidak. Kami memiliki musim panas untuk melihat bagaimana level Paul nantinya," jelas Direktur Umum Monaco Thiago Scuro.
Monaco juga dilaporkan tengah mempertimbangkan pelepasan beberapa pemain senior bergaji tinggi lainnya, termasuk Eric Dier, guna menyeimbangkan neraca keuangan klub. Situasi sulit ini diperumit oleh kegagalan Monaco menembus kompetisi Eropa papan atas setelah hanya finis di peringkat ketujuh Ligue 1 musim lalu.
"Situasinya rumit karena kami sangat menghormati dirinya. Saat pertama kali tiba, dia sangat positif dan sangat membantu para pemain yang lebih muda. Namun, kenyataannya proyek tersebut tidak berfungsi dengan baik musim lalu," ujar Direktur Umum Monaco Thiago Scuro.
Evaluasi menyeluruh selama musim panas akan menjadi penentu apakah Pogba akan tetap bertahan menyelesaikan sisa kontraknya atau angkat kaki lebih cepat. Manajemen klub menyerahkan keputusan teknis sepenuhnya kepada tim pelatih.
"Saya yakin kita harus adil padanya. Kami akan memantau persiapannya setiap minggu, mengamati perkembangan fisik dan teknisnya. Pada akhirnya, keputusan akan berada di tangan Filipe Luis apakah akan memberinya waktu bermain atau tidak. Kami memiliki musim panas untuk menilai level Paul yang sebenarnya," kata Direktur Umum Monaco Thiago Scuro.
Meski terdapat spekulasi ketertarikan dari klub-klub Arab Saudi dan liga Amerika Serikat (MLS), sejauh ini belum ada tawaran resmi yang masuk untuk memboyong Pogba dari Monaco. Perwakilan klub kembali menegaskan bahwa opsi kepergian tetap menjadi skenario yang sangat realistis.
"Mungkinkah dia pergi? Ya, tentu saja. Mungkin dia akan pergi, mungkin dia akan bertahan. Ini situasi yang sangat rumit," kata Direktur Olahraga Monaco Thiago Scuro.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai pelabuhan baru bagi sang gelandang jika ia benar-benar meninggalkan Stade Louis II sebelum kontraknya habis pada Juni 2027.
"Kenyataannya adalah proyek dengannya tidak berjalan baik musim lalu…," kata Direktur Olahraga Monaco Thiago Scuro.