Mitratel Bagikan Dividen Rp2,08 Triliun dan Siapkan Capex Rp2,9 Triliun
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (30/6/2026), seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Nilai keuntungan yang dibagikan tersebut setara dengan 98% dari total laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025.
Direktur Keuangan Mitratel, Ian Sigit Kurniawan menjelaskan bahwa rasio pembayaran sebesar 98% tersebut terdiri atas dividen reguler dan dividen spesial.
"Seperti keputusan RUPS tadi, kami akan membayarkan dividen sebesar 98%. Komponennya, yang pertama, sejak IPO pada 2021 kami sudah berkomitmen dalam prospektus untuk membagikan dividen sebesar 70%," kata Ian dalam konferensi pers usai RUPS di Telkom Hub pada Selasa (30/6/2026).
Alokasi keuntungan kemudian ditambah dengan dividen spesial sebesar 28% sebagai bentuk apresiasi kepada pemilik saham.
"Ini juga menjadi komitmen kami untuk menjaga kepastian pengembalian investasi bagi para pemegang saham yang telah mempercayakan investasinya kepada Mitratel," ujar Ian.
Selain memutuskan penggunaan laba bersih, rapat tersebut juga mengubah susunan pengurus dengan mengangkat Noorhayati Candrasuci sebagai Direktur Investasi menggantikan Hendra Purnama.
Untuk rencana kerja tahun 2026, emiten berkode saham MTEL ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,9 triliun demi memperkuat ekspansi infrastruktur digital.
Direktur Utama MTEL, Theodorus Ardi Hartoko memperkirakan industri menara telekomunikasi akan mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik pada tahun ini.
"Di tahun 2026, tren pertumbuhan industri tower diperkirakan akan meningkat, dengan peluang baru terkait spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Kami melihat hal itu akan mendorong ekspansi coverage dan penguatan jaringan, termasuk adopsi teknologi 5G," ujar Theodorus dalam konferensi pers usai RUPS di Jakarta pada Selasa (30/6/2026).
Dana capex tersebut ditargetkan untuk membangun sekitar 2.500 tenant baru secara organik dan memperluas jaringan fiber optik hingga 9.000 kilometer.
"Ini akan menjadi kesempatan untuk ekspansi coverage ataupun melakukan penguatan atas coverage-coverage yang sudah ada," ujar dia.
Manajemen Mitratel menilai kebutuhan operator seluler saat ini telah berkembang ke solusi infrastruktur terintegrasi yang menunjang layanan digital generasi terbaru.