Mirra Andreeva Juara Roland-Garros 2026 Usai Kalahkan Maja Chwalinska
Petenis Rusia berusia 19 tahun, Mirra Andreeva, berhasil meraih gelar Grand Chelem pertamanya setelah memenangkan turnamen Roland-Garros pada Sabtu, 6 Juni 2026. Andreeva mengalahkan petenis kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, dengan skor 6-3 dan 6-2.
Kemenangan di lapangan Philippe-Chatrier ini mengantarkan Andreeva menjadi pemain muda ketiga yang meraih gelar Grand Chelem sejak awal tahun 2000-an. Berdasarkan laporan information.tv5monde.com, rekor ini berada di bawah Maria Sharapova pada tahun 2004 dan Emma Raducanu pada tahun 2021.
Pertandingan final ini sempat berjalan tegang pada awal set pertama dengan banyaknya kesalahan servis dari kedua pemain. Namun, Andreeva yang menempati peringkat 8 dunia berhasil mengamankan kemenangan dalam waktu 1 jam 22 menit di hadapan penonton termasuk aktor Brad Pitt.
"C'était un de mes plus grands rêves de gagner ce tournoi, je n'arrive pas à croire que je tiens ce trophée entre mes mains" ujar Andreeva saat menerima trofi Suzanne-Lenglen dari Mary Pierce.
Andreeva juga mencatatkan diri sebagai pemenang termuda di Paris sejak Monica Seles pada tahun 1990. Trofi ini merupakan gelar ketiga Andreeva pada musim ini setelah sebelumnya menang di Adelaide dan Linz.
"Paris aura toujours une place à part dans mon cœur" tambah Andreeva.
Pencapaian ini sekaligus mengobati kekecewaan Andreeva yang tersingkir di babak perempat final Roland-Garros pada tahun lalu. Di sisi lain, Maja Chwalinska menembus final setelah melewati tiga babak kualifikasi dan enam kemenangan di babak utama.
"Tu es tellement jeune et tellement talentueuse, c'est énervant" puji Chwalinska kepada lawannya saat seremoni penyerahan piala.
Chwalinska merupakan kejutan besar dalam turnamen ini setelah beberapa pemain unggulan seperti Iga Swiatek, Aryna Sabalenka, dan Coco Gauff gugur lebih awal. Petenis peringkat 114 dunia tersebut tetap bergembira atas pencapaiannya melangkah hingga laga puncak.
"J'aurais aimé que vous puissiez voir un meilleur match mais Mirra était tout simplement trop forte. Donc j'imagine que c'est sa faute!" canda Chwalinska di depan publik.
Meskipun laga final telah usai, mantan petenis peringkat satu dunia memberikan catatan kritis terhadap kualitas permainan kedua finalis. Dilansir dari welovetennis.fr, pertandingan dinilai kurang menyajikan persaingan yang sengit.
"On a été déçu du niveau de cette finale" kata juara Grand Chelem tujuh kali, Justine Henin, kepada France Televisions.
Di luar jalannya pertandingan, sebuah insiden terekam di tribun penonton ketika beberapa suporter mengibarkan bendera Rusia saat perayaan kemenangan. Petugas keamanan stadion langsung bergerak meminta para penonton tersebut menurunkan bendera mereka.
Melalui laporan lequipe.fr, Andreeva bertanding di bawah bendera netral akibat regulasi invasi Rusia ke Ukraina, sehingga lagu kebangsaannya tidak dikumandangkan. Aturan resmi turnamen juga memperbolehkan petugas menyita barang yang dianggap tidak sesuai ketentuan demi keamanan.
"Je me remercie d'avoir creu en moi" ucap Andreeva terkait motivasi internalnya.
Berkat hasil turnamen ini, posisi peringkat dunia kedua pemain dipastikan berubah drastis pada hari Senin. Andreeva akan naik ke peringkat 6 dunia, sedangkan Chwalinska melonjak mendekati posisi 20 besar dunia dengan menempati peringkat 21.