Minola Sebayang Buka Suara Soal Harta Bersama Ruben dan Sarwendah

Share

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan klarifikasi terkait pembiayaan rumah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, yang berstatus sebagai harta bersama dengan Sarwendah pada Kamis (30/7/2026), dilansir dari Detik Hot.

Minola menegaskan bahwa pihak Ruben tidak pernah mengklaim membiayai seluruh rumah tersebut seorang diri. Permasalahan timbul ketika muncul anggapan bahwa seluruh pembiayaan rumah dan isinya ditanggung penuh oleh pihak Sarwendah.

"Kami kan tidak pernah menyatakan bahwa rumah itu Ruben semua yang biayai. Nggak ada, kita nggak pernah ngomong apa-apa tentang rumah itu. Cuma kita hanya bilang bahwa itu adalah masih terikat harta gana-gini," kata Minola Sebayang di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Besaran kontribusi masing-masing pihak sebenarnya tidak dipersoalkan selama aset tersebut terhitung sebagai harta gana-gini.

"Mengenai masalah peran siapa yang lebih besar kan sebenarnya bukan masalah karena namanya harta bersama kan nggak dipedulikan peran siapa yang lebih besar," ujarnya.

Namun, penjelasan rinci mengenai andil Ruben perlu disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi merugikan posisi kliennya di masa depan.

"Tapi ketika dia ngomong rumah itu semuanya yang biayai, 'Aku, papaku', isinya juga, 'Aku, aku, aku'. Artinya kan ini ada suatu kekhawatiran dari Ruben bahwa perannya dia atas rumah itu bisa dihilangkan dan ini akan menjadi jejak digital yang akan berbahaya kalau anaknya berpikir dia tidak punya andil," ungkapnya.

Minola kemudian membeberkan kontribusi nyata yang dikeluarkan oleh Ruben dalam skema pemilikan hingga proses renovasi hunian tersebut.

"Oleh karena itu kan kami harus buktikan dong bahwa Ruben ada andil. Andilnya apa? Beli tanah dan rumahnya. Kemudian karena perlu direnovasi, sertifikat atas nama dia disekolahkan ke bank dan uangnya dipakai untuk renovasi," jelasnya.

Menanggapi adanya klaim dana lain yang disebut mencapai puluhan miliar rupiah, pihak Ruben meminta adanya transparansi perincian anggaran tersebut.

"Kalau memang misalnya ada perincian yang Rp 20 miliar, kami kan pasti akan bertanya untuk apa saja dan dari mana sumbernya," kata Minola.

Pihak Ruben juga menyatakan tidak keberatan apabila rumah tersebut sepenuhnya dijadikan milik Sarwendah, dengan syarat seluruh pengeluaran Ruben dikembalikan.

"Kalau memang rumah itu mau jadi milikmu sendiri, kau akui milikmu sendiri, berarti apa-apa yang sudah saya masukkan ke dalam rumah itu keluarkan. Kasih ke saya. Biar memang semua biaya rumah itu kamu," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons langsung atas pengakuan bahwa seluruh biaya rumah telah ditanggung oleh satu pihak saja.

"Ruben wajar dong bilang, 'Biar terpenuhi seperti apa yang kamu bilang, sini uang-uang yang pernah aku masukkan'," tuturnya.

Selain itu, Minola menanggapi kabar mengenai penggunaan fasilitas lift di dalam rumah tersebut setelah diketahui pembayarannya dilakukan oleh Ruben.

"Setelah kita sampaikan lift-nya dari Ruben, nggak mau pakai lift. Tapi selama ini kan pasti pakai lift. Kita nggak pernah mempersoalkan dia mau pakai lift apa tidak," katanya.

Penjelasan mengenai fasilitas rumah seperti lift dan perabotan diberikan bukan untuk mempermalukan pihak mana pun, melainkan demi pembuktian faktual.

"Kita cuma ingin menyatakan, kalau dia ngaku-ngaku bahwa seluruh isi rumah itu dia, ya kita cuma bilang, 'Jangan kamu semualah'. Lift kami yang bayar, furniture kami yang bayar, AC kami yang bayar. Hanya itu kok. Bukan untuk mempermalukan dia, hanya untuk membuktikan bahwa kami tidak seperti apa yang disampaikan oleh mereka," tukas Minola.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author