Militer Amerika Serikat Serang Wilayah Iran Lima Malam Berturut-turut

Share

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan gelombang serangan udara baru ke wilayah Iran selatan selama lima malam berturut-turut hingga Jumat, 17 Juli 2026, sebagai respons atas pelanggaran nota kesepahaman di Selat Hormuz, dilansir dari Detikcom. Ledakan dilaporkan terdengar di sebelah barat kota Bandar Abbas, Iran selatan, yang dikonfirmasi oleh stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, dan kantor berita Mehr menyebutkan bahwa serangan tersebut berasal dari hantaman rudal militer Amerika Serikat. Pihak militer Amerika Serikat menyatakan bahwa tindakan ofensif ini bertujuan mereduksi kekuatan pertahanan dan serangan dari militer Iran secara signifikan di kawasan tersebut.

"Pada pukul 14.00 zona waktu timur hari ini, pasukan AS mulai melakukan gelombang serangan baru terhadap Iran untuk malam kelima berturut-turut untuk lebih melemahkan kemampuan militer Iran," kata CENTCOM.

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali memuncak setelah Amerika Serikat memutuskan untuk melanjutkan pemblokiran jalur laut terhadap kapal-kapal yang menuju atau keluar dari wilayah pesisir serta pelabuhan Iran sejak Selasa, 14 Juli 2026. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt menegaskan bahwa langkah militer ini terpaksa diambil karena pihak Teheran tidak mematuhi poin-poin perdamaian yang sebelumnya telah disepakati melalui mediasi Pakistan.

"Secara spesifik, dalam nota kesepahaman yang mereka tandatangani, mereka dilarang menembak kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz, dan sayangnya, mereka telah membuat keputusan tragis untuk melakukan hal itu," kata Karoline Leavitt. Di sisi lain, pemerintah Iran mengecam keras aksi penyerangan sepihak tersebut dan menuduh balik Amerika Serikat telah melanggar ketentuan hukum internasional serta piagam resmi PBB.

Teheran menyatakan pada Kamis, 16 Juli 2026, bahwa serangan udara yang mengenai infrastruktur sipil di wilayah mereka merupakan sebuah tindakan kejahatan perang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author