Michiel Jonckheere Soroti Tantangan Pelatih KV Kortrijk
Pelatih kepala KV Kortrijk, Michiel Jonckheere, menyoroti besarnya tekanan serta dinamika pengelolaan pemain menjelang laga tandang melawan Club Brugge pada pekan pembuka Jupiler Pro League. Promosi yang diraih timnya menjadi pencapaian langka dalam kurun 15 tahun terakhir. Klub berjuluk De Kerels tersebut berhasil kembali ke kasta tertinggi Liga Belgia setelah mengamankan tiket promosi dari divisi kedua.
Meski meraih keberhasilan tersebut, Jonckheere mengaku tetap mendapatkan gelombang kritik selama mengarsiteki tim. Ia menilai pekerjaan sebagai juru taktik memiliki sisi yang sangat berat akibat ekspektasi tinggi. Tanggapan tersebut disampaikan Jonckheere saat diwawancarai oleh Het Laatste Nieuws.
"Saya tentu menyukai profesi pelatih, tetapi di beberapa sisi ini adalah 'pekerjaan menyebalkan'. Musim lalu saya mendapat banyak kritik meskipun berhasil meraih kesuksesan," kata Michiel Jonckheere, Pelatih Kepala KV Kortrijk.
Jonckheere menekankan bahwa publik perlu memahami situasi internal tim yang tidak selalu berjalan mudah. Keberhasilan membawa KV Kortrijk promosi langsung dinilainya sebagai prestasi besar bagi klub. "Pendukung harus memahami bahwa semuanya tidak selalu berjalan semudah yang mereka bayangkan.
Bagaimanapun, ini pertama kalinya dalam 15 tahun ada tim yang mampu langsung promosi kembali ke 1A. Itu adalah pencapaian yang sangat bagus jika Anda bertanya kepada saya," ujar Michiel Jonckheere, Pelatih Kepala KV Kortrijk.
Selain tekanan dari luar, Jonckheere menghadapi tantangan dalam menjaga kondusivitas skuad. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Brecht Dejaegere menjadi bagian dari komposisi tim yang harus dikelolanya secara intensif. Ia mengungkapkan bahwa memberikan penjelasan kepada pemain yang tidak mendapat kesempatan bertanding menjadi tugas yang menyita waktu. Hal itu dilakukan guna menjaga kendali penuh atas ruang ganti pemain.
"Hal tersulit dari menjadi pelatih adalah menjelaskan kepada setiap pemain yang kecewa tentang alasan mereka tidak bermain. Bahkan pemain yang sama sekali tidak memiliki alasan untuk mendapatkan menit bermain pun datang mengeluh ke ruangan saya," tutur Michiel Jonckheere, Pelatih Kepala KV Kortrijk. Guna mempertahankan kestabilan tim, Jonckheere terus melakukan komunikasi terbuka dengan para pemainnya.
Langkah tersebut dianggap krusial untuk mencegah penurunan disiplin di dalam skuad. "Saat ini banyak orang kekurangan refleksi diri. Anda harus memberikan penjelasan tersebut karena jika tidak, Anda akan kehilangan kendali atas ruang ganti.
Namun proses itu menyita sangat banyak waktu," kata Michiel Jonckheere, Pelatih Kepala KV Kortrijk.