Meta Hadapi Kecaman Akibat Fitur Pembuat Gambar AI Muse Image

Share

Meta menghadapi gelombang kecaman setelah meluncurkan alat kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Muse Image yang mampu membuat gambar menggunakan foto profil publik pengguna Instagram tanpa pemberitahuan pada Rabu (8/7/2026). Kritik tajam datang dari organisasi nirlaba keadilan teknologi Foxglove yang menilai pemanfaatan data tanpa izin ini sangat berbahaya bagi privasi masyarakat digital. Direktur Advokasi Foxglove, Donald Campbell, memberikan peringatan keras terkait dampak buruk dari manipulasi gambar yang difasilitasi oleh perusahaan teknologi raksasa tersebut kepada BBC.

"We've already seen a catalogue of harms from non-consensual AI-altered images on social platforms just in the past year," ujar Donald Campbell, Advocacy Director Foxglove.

Campbell mempertanyakan keputusan CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang tetap meluncurkan fitur manipulasi gambar ini di tengah banyaknya kasus penyalahgunaan AI. "It is hard to see why Mark Zuckerberg thinks facilitating yet more of this creepy image manipulation is a good idea," kata Donald Campbell, Advocacy Director Foxglove.

Penolakan serupa juga disuarakan oleh Privacy International yang mengkritik cara kerja perusahaan AI dalam mengeksploitasi data pribadi publik. "the latest sign AI companies see people's images and data as raw material to be exploited," tutur Privacy International.

Selain lembaga swadaya, para pengguna platform X turut menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai ancaman kebocoran privasi akibat sistem otomatis ini. "Pulling real users into generated photos without explicit consent is a privacy landmine waiting to detonate," tulis salah satu pengguna X. Menanggapi protes tersebut, pihak Meta menyatakan bahwa pemilik akun publik tetap dapat mematikan fitur pemanfaatan AI ini melalui pengaturan khusus yang terpisah.

Pengguna Instagram harus masuk ke menu pengaturan, memilih opsi "Sharing and Reuse", kemudian mematikan tombol izin pembagian konten dengan fitur AI Meta.

Melalui blog resminya, Meta menjelaskan bahwa keunggulan sistem kecerdasan buatan mereka mampu memproses perintah teks yang rumit untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi. "advanced reasoning to understand complex prompts, seamlessly blending multiple photos into high-quality creations you can download and share anywhere," tulis Meta. Layanan Muse Image saat ini tersedia gratis melalui aplikasi Meta AI, WhatsApp, dan Instagram Stories untuk pengguna di Amerika Serikat, serta direncanakan segera hadir di Facebook dan Messenger.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author