Mesir Singkirkan Australia Lewat Gol Tunggal Emam Ashour
Tim nasional Mesir menghadapi Australia dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Jumat (3/7/2026) waktu setempat.
Dilansir dari New York Times, skuad berjuluk The Pharaohs tersebut berhasil memimpin 1-0 atas Australia pada babak pertama melalui sundulan Emam Ashour yang memanfaatkan umpan silang akurat dari Karim Hafez.
Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi kedua tim karena pemenang dari laga ini dijadwalkan akan bertemu dengan pemenang antara Argentina atau Tanjung Verde di babak 16 besar.
Sebelum pertandingan, pelatih Australia Tony Popovic sempat menyatakan kesiapannya untuk menghadapi tim tangguh Afrika tersebut, termasuk mengantisipasi kehadiran bintang utama mereka.
"Kami jelas telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan Mohamed Salah bermain. Kami telah melihat ketika dia tidak berada di lapangan, para pemain yang mengisi posisi yang mungkin akan dia mainkan. Jadi kami telah mempersiapkan diri untuk kedua skenario tersebut dan kita akan lihat besok," kata Popovic.
Popovic juga menambahkan bahwa atmosfer fase gugur ini memberikan motivasi tersendiri bagi anak asuhnya untuk menunjukkan kualitas sepak bola Australia.
"Mereka seperti kami, ingin memenangkan pertandingan babak gugur pertama mereka. Jadi ini akan menjadi pertandingan spesial. Kami senang bisa sampai di tahap ini dan kami ingin sekali lagi menunjukkan sepak bola Australia di panggung dunia," tambahnya.
Di sisi lain, pelatih Mesir Hossam Hassan mengungkapkan rasa bangganya atas performa skuad asuhannya yang tampil impresif sejak fase grup.
"Kami bangga bisa melewati fase grup tanpa terkalahkan, meskipun itu tidak mudah. Saya ingin berterima kasih kepada para pemain karena mereka telah memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepada para suporter kami," ujar Hossam Hassan.
Hassan menegaskan bahwa kesiapan mental dan fleksibilitas taktik menjadi kunci utama timnya dalam mengarungi turnamen ini.
"Kami siap menghadapi siapa pun. Kami mampu memainkan gaya sepak bola kami sendiri dan beradaptasi, sambil tetap menghormati setiap lawan," tambahnya.
Sementara itu, mantan bintang timnas Mesir Mohamed Abu Treika turut memberikan analisis taktis melalui saluran beIN SPORTS mengenai tanggung jawab besar yang diemban oleh para pemain.
"timnas Mesir tidak hanya mewakili dirinya sendiri dalam pertandingan ini, tetapi juga mewakili seluruh bangsa Arab dan benua Afrika," kata Abu Treika.
Ia menginginkan agar para pemain mengutamakan ketenangan berpikir dan penguasaan bola yang matang demi meredam agresivitas lawan.
"Hari ini kita dihadapkan pada peluang emas. Saya ingin agar ada pendekatan yang rasional; akal adalah perhiasan… Pertandingan yang didasari akal… Kami menyadari bahwa kalian memiliki semangat dan antusiasme, tetapi akallah yang menentukan kemenangan," ujar Abu Treika.
Abu Treika menjelaskan lebih lanjut mengenai strategi provokasi sepak bola yang harus diterapkan di lapangan hijau.
"Provokasi tim lawan secara sepak bola. Bagaimana caranya? Dengan menguasai bola dan bermain cepat.
Karena mereka terbiasa menyerang dan menekan. Jadi hari ini, penguasaan bola kami harus dilakukan tanpa kesalahan dalam umpan," kata Abu Treika.
Ia menutup analisisnya dengan menyatakan optimisme penuh terhadap keunggulan kualitas yang dimiliki oleh para pemain Mesir.
"Saya yakin kami memiliki kemampuan dan semua faktor yang diperlukan untuk mengalahkan Australia," kata Abu Treika.
Berdasarkan jalannya laga di babak pertama, Australia sempat memperoleh peluang lewat tendangan Aziz Behich dari luar kotak penalti, namun bola masih bisa diamankan penjaga gawang Oufa Shobeir.
Menjelang turun minum, Australia harus menghadapi kecemasan setelah bek kiri Jordan Bos mengalami cedera dan membutuhkan perawatan medis di lapangan saat babak pertama usai.