Menperin Minta Industri Otomotif Genjot Realisasi Investasi

Share

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta para pelaku industri otomotif mempercepat realisasi komitmen investasi guna memperkuat daya saing nasional saat membuka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (30/7/2026).

Permintaan tersebut disampaikan untuk mendorong Indonesia menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan di kawasan regional, bukan sekadar pasar otomotif. Pemerintah menyodorkan tiga poin utama bagi seluruh Agen Pemegang Merek dan produsen.

"Kepada seluruh Agen Pemegang Merek dan pelaku industri, pemerintah menyampaikan tiga permintaan. Pertama, percepat realisasi komitmen investasi yang telah Bapak dan Ibu sampaikan," kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.

Selain percepatan investasi, pemerintah mendorong penguatan rantai pasok lokal hingga ke tingkat pemasok lapis kedua dan ketiga demi memperkokoh struktur industri dalam negeri.

"Kedua, dalamkan rantai pasok hingga ke pemasok lapis kedua dan lapis ketiga, karena di sanalah ketahanan industri sesungguhnya diuji. Ketiga, jadikan Indonesia sebagai basis produksi dan basis ekspor bagi kawasan, bukan sekadar pasar yang besar," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Perindustrian berjanji menjaga kepastian kebijakan serta melakukan pemantauan berkala. Kemenperin mencatat realisasi investasi program Kendaraan Bermotor Emisi Karbon Rendah (LCEV) telah menembus Rp 5,5 triliun dari total komitmen Rp 21,2 triliun.

"Saya menghargai capaian tersebut. Namun izinkan saya juga menyampaikannya secara terbuka, sebagian besar dari komitmen itu masih menunggu untuk diwujudkan," kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.

Sektor otomotif nasional menunjukkan pertumbuhan positif pada Semester I-2026 dengan produksi kendaraan mencapai 615 ribu unit, naik 11,3 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu. Penjualan wholesales juga melonjak 15,9 persen menjadi 436 ribu unit.

Kinerja ekspor kendaraan utuh (CBU) tumbuh 7,7 persen, ekspor terurai (CKD) melambung 38 persen, dan ekspor komponen naik 46 persen, sementara angka impor kendaraan utuh anjlok hingga 49 persen. Peluang pasar domestik dinilai masih sangat luas mengingat rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Thailand dan Malaysia.

"Ruang tumbuh sebesar itu tidak boleh diisi oleh produk impor. Ruang itu harus diisi oleh produksi dalam negeri," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author