5 Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Food Noise saat Diet

Share

Belakangan ini istilah 'food noise' semakin sering muncul dalam pembahasan kesehatan, terutama sejak meningkatnya penggunaan obat penurun berat badan. Berdasarkan penjelasan medis, berikut adalah 5 hal seputar food noise yang kerap muncul saat seseorang sedang menjalani diet.

  1. Apa Itu Food Noise? — Istilah ini menggambarkan pikiran yang terus-menerus muncul mengenai makanan, keinginan makan, atau kapan waktu makan berikutnya meski seseorang sedang tidak lapar secara fisik. Seseorang yang mengalaminya akan terus memikirkan camilan atau menu makanan lain sehingga sulit berkonsentrasi pada aktivitas harian.
  2. Bentuk Food Noise — Kondisi ini sering muncul sebagai dialog di dalam hati atau pikiran yang berulang dan sulit dihentikan mengenai makanan yang ingin dikonsumsi sepanjang hari. Tekanan dari frekuensi pikiran tersebut dapat mengganggu fokus seseorang saat bekerja atau berbicara dengan orang lain karena perhatian yang terus teralihkan.
  3. Sering Dialami Orang yang Sedang Diet — Meskipun belum diakui sebagai diagnosis medis resmi, laporan menunjukkan sekitar 57% individu dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang sedang menjalani diet mengalami kondisi ini. Fenomena ini dapat terjadi pada pria maupun wanita, dan bukan berarti mereka memiliki kontrol diri yang lemah dalam menjaga pola makan.
  4. Tanda-tanda Food Noise — Tanda utamanya meliputi pikiran yang terus tertuju pada makanan, sulit mengalihkan perhatian dari keinginan makan, tetap makan meski kenyang, rasa cemas terhadap makanan, hingga kebiasaan membatasi atau menebus asupan secara berlebihan. Secara ilmiah, hal ini terjadi karena otak memberikan perhatian berlebih pada makanan sehingga mendominasi pengambilan keputusan sehari-hari.
  5. Obat GLP-1 Disebut Bisa Meredakan Food Noise — Obat resep golongan GLP-1 bekerja meniru hormon alami tubuh untuk memperkuat sinyal kenyang dan memengaruhi sistem penghargaan di otak sehingga rasa ngidam berkurang. Penggunaan obat ini membantu menenangkan pikiran tentang makanan, namun penggunaannya tetap wajib berada di bawah pengawasan dokter.
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author