Melissa Barrera Bicara Pemecatan dan Dukungan untuk Palestina di Hollywood
Aktris Meksiko Melissa Barrera membahas pemecatannya dari waralaba film horor Scream setelah menyuarakan dukungan untuk Palestina dan mengkritik agresi militer Israel di Jalur Gaza, dalam wawancara podcast Latino USA bersama Maria Hinojosa.
Pemecatan ini terjadi pada akhir 2023 oleh Spyglass Media Group. Barrera menyatakan bahwa dirinya masuk daftar hitam para produser besar Hollywood karena sikap politik dan kemanusiaannya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Barrera menegaskan pengalaman tersebut bukan hanya dialami dirinya, melainkan juga banyak orang biasa yang kehilangan pekerjaan karena menyuarakan hak asasi manusia bagi rakyat Palestina.
"Itu bukanlah kali pertama hal seperti itu terjadi pada seseorang, dan itu juga tidak akan menjadi yang terakhir," ujar Barrera.
Dia menyayangkan bagaimana kekuasaan dan kepentingan finansial mengatur moralitas institusi besar dan berupaya membungkam suara kemanusiaan.
"Sangat menyedihkan bagi saya bahwa ada kepentingan-kepentingan yang dianggap lebih penting oleh orang-orang tertentu—kepentingan kekuasaan dan uang," kata Barrera. "Mereka akan melakukan segala cara untuk membungkam orang-orang agar tidak mengatakan bahwa manusia berhak untuk hidup, bahwa anak-anak berhak untuk tumbuh dewasa."
Barrera menganggap masa sulit tersebut sebagai titik balik spiritual dan kesadaran diri untuk mengendalikan hidupnya sendiri.
Meski menghadapi tekanan dan kontroversi, Barrera tetap tegar dan optimis terhadap masa depan. Dia percaya manusia di seluruh dunia saling terhubung dan harus peduli satu sama lain.
"Kita tidak bisa menutup mata terhadap sesuatu yang terjadi di belahan dunia lain hanya karena itu berada jauh dari kita, karena sebelum kita menyadarinya, hal itu sudah berada di depan pintu kita sendiri," tegasnya.
Setelah melewati masa sulit, Melissa Barrera membuktikan bisa bangkit dari pembatasan industri kreatif dan melanjutkan karier melalui medium lain, termasuk sukses di panggung Broadway serta aktif menyuarakan isu kemanusiaan global tanpa rasa takut kehilangan panggung.