Meksiko Ungguli Afrika Selatan pada Pembukaan Piala Dunia 2026
Tim nasional Meksiko unggul 1-0 atas Afrika Selatan pada babak pertama pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, Mexico City, Jumat, 12 Juni 2026 dini hari WIB. Gol tunggal pada paruh pertama tersebut dicetak oleh Julian Quinones memanfaatkan kesalahan lini belakang lawan.
Pertandingan pembuka turnamen berkekuatan 48 tim yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini berjalan sengit sejak awal. Penyerang Meksiko, Raul Jimenez, langsung mengancam lewat tembakan keras di dalam kotak penalti saat laga baru berjalan empat menit.
Keunggulan tuan rumah tercipta di menit kesembilan setelah pemain Afrika Selatan, Sphephelo Sithole, kehilangan kontrol bola. Julian Quinones yang berhasil menguasai bola langsung mengonversinya menjadi gol untuk membawa El Tricolor memimpin.
Quinones kembali mengancam gawang tim tamu lewat tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-19, namun arah bola masih menyamping. Menjelang akhir babak pertama, sepakan pemain Al-Qadsiah tersebut kembali nyaris membuahkan gol kedua andai tidak membentur tiang gawang.
Di sisi lain, pasukan Hugo Broos berupaya membalas dengan menerapkan strategi umpan-umpan lambung langsung ke sepertiga akhir pertahanan Meksiko. Kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams, juga sempat melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis sontekan Raul Jimenez pada menit ke-40.
Pertandingan ini juga diwarnai catatan sejarah yang menarik dari kedua juru taktik. Berdasarkan laporan dari akun FIFA di platform media sosial X, kedua pelatih memiliki ikatan historis yang kuat dengan Kota Meksiko sejak empat dekade lalu.
"Kedua pelatih, Javier Aguirre dan Hugo Broos, melakukan debut mereka di Piala Dunia di Kota Meksiko pada tahun 1986, saat Meksiko mengalahkan Belgia dengan skor 2-1," kata FIFA.
Javier Aguirre kini bertindak sebagai pelatih kepala timnas Meksiko. Sementara itu, Hugo Broos yang dahulunya merupakan bagian dari skuad timnas Belgia, kini berada di kursi kepelatihan timnas Afrika Selatan.
Pada edisi Piala Dunia 1986 tersebut, Meksiko keluar sebagai juara Grup B dengan mengemas 5 poin, sedangkan Belgia finis di peringkat ketiga dengan 3 poin. Langkah Meksiko terhenti di perempat final oleh Jerman Barat melalui adu penalti, sementara Belgia melaju hingga semifinal sebelum akhirnya takluk dari Argentina.
Gelaran akbar sepak bola dunia ini juga mendapat perhatian besar dari media nasional Indonesia. Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA mengirimkan tim liputan khusus yang terdiri dari tiga pewarta konvergensi secara estafet selama 43 hari, mulai 9 Juni hingga 21 Juli 2026.
"Kantor Berita ANTARA mengirimkan tiga jurnalis ke Piala Dunia 2026. Ini adalah sebuah prestasi sendiri bagi kami karena untuk pertama kalinya kali pewarta foto ANTARA mendapatkan akreditasi FIFA. Sebelumnya hanya reporter. Kali ini kami mengirimkan lengkap pewarta foto dan reporter," kata Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar di Jakarta, Kamis.
Menurut Benny, pencapaian tersebut membuktikan bahwa ANTARA masih mendapatkan pengakuan yang luas di tingkat internasional. Penugasan ini juga merupakan mandat untuk mengoptimalkan peliputan turnamen sepak bola tertinggi dunia ini sesuai arahan otoritas terkait.
"Namun juga ada tanggung jawab yang lebih tinggi yaitu memberikan yang terbaik buat tidak saja Indonesia buat juga profesi jurnalistik itu sendiri, khususnya dalam dunia foto jurnalistik," ujar Benny.
Momentum ini berjalan beriringan dengan TVRI yang kembali memperoleh hak siar Piala Dunia untuk wilayah Indonesia sejak terakhir kali pada tahun 1990. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menghadirkan pesta sepak bola yang dapat diakses oleh seluruh elemen masyarakat.
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro menjelaskan bahwa pendelegasian tim tersebut merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam menyajikan produk jurnalisme lapangan yang bermutu bagi publik tanah air.
"Selain menyajikan dinamika pertandingan secara langsung, kami ingin membawa pulang berbagai pembelajaran tentang tata kelola, profesionalisme, dan semangat kolaborasi yang menjadikan Piala Dunia sebagai ajang olahraga terbesar dan paling berpengaruh di dunia," kata Virgandhi.
Tim peliputan yang mengusung tema relevansi sepak bola dan masyarakat Indonesia ini akan bekerja di 10 kota berbeda di tiga negara demi efisiensi operasional. Ketiga jurnalis yang ditugaskan adalah Aditya Pradana Putra untuk wilayah Meksiko dan Amerika Serikat, Arif Prada di Kanada dan Amerika Serikat, serta Michael Teguh Adiputra Siahaan di Amerika Serikat.