Meksiko Hadapi Afrika Selatan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Meksiko dijadwalkan bertanding melawan Afrika Selatan pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, pada Kamis, 11 Juni 2026. Pertandingan ini menjadi momen bersejarah karena Stadion Azteca menjadi satu-satunya venue yang menggelar laga dalam tiga edisi Piala Dunia berbeda.

Dilansir dari theanalyst.com, simulasi superkomputer Opta menunjukkan Meksiko memiliki peluang menang sebesar 67,1 persen. Sementara itu, peluang kemenangan Afrika Selatan berada di angka 13.5 persen, dan kemungkinan hasil imbang sebesar 19,4 persen.

Meksiko memegang rekor tidak terkalahkan dalam tujuh laga pembuka Piala Dunia terakhir mereka sejak 1994. Selain itu, tim berjuluk El Tri ini belum pernah kalah dalam tujuh pertandingan Piala Dunia yang digelar di Stadion Azteca.

Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, kini memimpin negaranya untuk ketiga kali di turnamen ini setelah edisi 2002 dan 2010. Di lini depan, penyerang veteran Raul Jimenez diproyeksikan memimpin penyerangan setelah mencetak gol saat Meksiko menang 5-1 atas Serbia dalam laga uji coba terakhir.

Afrika Selatan kembali ke panggung dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah pada 2010. Berdasarkan laporan goal.com, tim asuhan Hugo Broos ini berhasil lolos setelah memuncaki Grup C kualifikasi zona CAF melampaui Nigeria.

Pemain sayap Afrika Selatan, Oswin Appollis, menjadi figur kunci dengan kontribusi enam gol selama kualifikasi. Selain itu, penyerang Lyle Foster yang bermain untuk Burnley diproyeksikan menjadi andalan utama di lini depan Bafana Bafana.

Pertandingan ini juga mengulang memori 16 edisi lalu ketika kedua tim bermain imbang 1-1 pada pembukaan Piala Dunia 2010. Sepanjang sejarahnya, sembilan pertandingan yang sudah dilakoni Afrika Selatan di Piala Dunia belum pernah berakhir tanpa gol.

Penyanyi peraih dua penghargaan Grammy, Tyla, dikonfirmasi oleh sowetan.co.za akan menyanyikan lagu kebangsaan Afrika Selatan sebelum sepak mula. Kehadiran musisi tersebut diharapkan membawa atmosfer khas Mzansi ke stadion berkapasitas 100.000 penonton tersebut.

Menurut laporan mundoamerica.com, situasi di sekitar Stadion Azteca menjelang laga diwarnai aksi protes dari kelompok guru CNTE dan gerakan Searching Hands. Pemerintah Kota Meksiko telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) untuk aktivitas non-esensial demi kelancaran lalu lintas.

Sekretaris Pemerintah Kota Meksiko, Cesar Craviotto, merekomendasikan para penonton untuk datang ke stadion lebih awal demi mengantisipasi kemacetan. Presiden Claudia Sheinbaum memastikan hak para demonstran akan dihormati dengan pengamanan ketat yang tetap disiagakan di area sekitar venue.

"Bangapheli amandla, we are behind them." ujar pesan dukungan dari ratusan warga Afrika Selatan yang dilansir oleh sowetan.co.za.

Pernyataan tersebut merefleksikan dukungan masif yang mengalir dari warga Afrika Selatan di seluruh dunia menjelang pertandingan krusial ini. Pertemuan terakhir kedua tim di laga pembuka Piala Dunia terjadi saat Siphiwe Tshabalala mencetak gol di Stadion FNB, Johannesburg.

"A little with the head of Maradona and a little with the hand of God," kata Diego Armando Maradona, legenda Argentina.

Kutipan bersejarah tersebut merujuk pada momen magis Piala Dunia 1986 yang berlangsung di Stadion Azteca, tempat yang sama dengan laga pembuka tahun ini. Kini, stadion tersebut telah direnovasi intensif pada bagian interior untuk menyambut 104 pertandingan dalam turnamen format baru 48 tim.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author