Meghan Markle Kecewa Usai Bertemu Raja Charles III di Highgrove House

Share

Pertemuan yang telah lama dinantikan antara Pangeran Harry, Meghan Markle, dan Raja Charles III dikabarkan berakhir dengan kekecewaan bagi pasangan Sussex tersebut.

Dilansir dari HaiBunda, Harry dan Meghan disebut merasa sangat kesal karena tidak ada satu pun permintaan mereka yang dikabulkan dalam pertemuan tertutup di Highgrove House.

Meskipun kedua belah pihak memilih untuk tidak memberikan pernyataan resmi, suasana pertemuan di kediaman Raja Charles di Gloucestershire itu digambarkan tidak berjalan mulus.

Kunjungan ini menjadi momen perdana bagi Raja Charles III untuk bertemu kembali dengan kedua cucunya, Archie dan Lilibet, setelah terpisah selama empat tahun.

Meghan bersama kedua anaknya menyusul Harry dari Portugal untuk menghadiri pertemuan pribadi tersebut sebelum mereka kembali ke Amerika Serikat.

Pembawa acara TalkTV, Kevin O’Sullivan, mengutip sumber yang menyebutkan bahwa suasana pertemuan tersebut berlangsung dengan istilah yang tidak menentu atau berantakan.

"Tiba-tiba semuanya menjadi tidak menentu, tetapi mereka berhasil menerbangkan Meghan, Archie, dan Lilibet dari Portugal. Kita memang tidak melihat mereka, karena mereka langsung menuju Highgrove. Akhirnya Raja bisa bertemu lagi dengan kedua cucunya," ujar Kevin O’Sullivan.

Namun, ia menambahkan bahwa proses pertemuan tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan oleh pihak Harry dan Meghan.

Permintaan Harry dan Meghan Tidak Dipenuhi

Penulis biografi keluarga kerajaan, Angela Levin, mengungkapkan bahwa Raja Charles III bersikap tegas selama pertemuan dengan didampingi oleh Ratu Camilla.

Levin menyebutkan bahwa kehadiran Ratu Camilla bertujuan untuk memperhatikan bagaimana komunikasi yang terjalin antara Harry dengan sang Raja.

"Semuanya berantakan. Yang menarik, Raja Charles bersikeras Camilla harus berada di sisinya. Camilla sangat memperhatikan bagaimana orang berbicara kepada Raja, terutama Harry," tutur Levin.

Menurut laporan tersebut, Harry sebelumnya telah mengirimkan daftar keinginan dan berharap mendapatkan fasilitas tertentu selama menginap di salah satu istana.

"Mereka berdua tidak bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Harry sebelumnya telah mengirimkan daftar keinginannya. Ia juga menginap di salah satu istana dan berharap semuanya berjalan sesuai keinginan. Namun, mereka tidak mendapatkan apa pun," sambung Levin.

Levin menilai bahwa suasana dalam pertemuan tersebut terasa dingin dan tidak menunjukkan kehangatan hubungan keluarga yang diharapkan.

"Saya rasa mereka benar-benar membencinya. Memang ada percakapan, tetapi suasananya tidak hangat," ungkap Levin.

Perjuangan Fasilitas Keamanan Pemerintah Inggris

Meskipun pertemuan berakhir dengan rasa kecewa, Pangeran Harry dikabarkan tetap merasa optimis untuk bisa memperbaiki hubungan dengan ayahnya di masa depan.

Harry disebut telah memberikan jaminan kepada Raja Charles III bahwa ia tidak akan membocorkan isi percakapan pribadi mereka kepada publik.

Di sisi lain, Harry tetap teguh pada pendiriannya untuk memperjuangkan kembali fasilitas pengamanan yang dibiayai oleh pemerintah Inggris.

Fasilitas perlindungan kepolisian tersebut sebelumnya telah dicabut sejak Harry dan Meghan memutuskan mundur sebagai anggota aktif keluarga kerajaan pada tahun 2020.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author