Mega Capital Sekuritas Rilis Kinerja Emiten dan Review IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (15/7) dengan kenaikan tipis sebesar 0,04 persen ke level 6.041,97. Dilansir dari Detik Finance, penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham BBRI sebesar 1,07 persen, AMMN 2,73 persen, dan BMRI 0,96 persen. Sebaliknya, saham CASA terkoreksi 8,40 persen, disusul oleh pelemahan TLKM sebesar 1,56 persen, serta BRMS yang menyusut 3,48 persen.
Aktivitas investor asing masih didominasi oleh aksi jual bersih dengan nilai mencapai Rp160,43 miliar di pasar reguler.
Jika dihitung di seluruh pasar, nilai jual bersih dari pemodal asing tersebut mencapai Rp153,02 miliar. Secara sektoral, enam dari sebelas indeks sektoral berhasil mendarat di zona hijau pada akhir perdagangan.
Sektor Basic Industry menjadi motor penguatan terbesar dengan naik 0,76 persen, sementara sektor Health turun paling dalam sebesar 1,08 persen. Dari pasar global, mayoritas indeks utama di bursa Wall Street Amerika Serikat kembali ditutup menguat.
Indeks Dow Jones terapresiasi 0,29 persen ke posisi 52.658, S&P 500 naik 0,38 persen ke level 7.572, dan Nasdaq menguat 0,62 persen ke level 26.269. Pelaku pasar domestik juga memantau daftar High Shareholding Concentration yang bertambah 37 emiten baru. Sementara itu, reksa dana ETF EIDO tercatat melemah 0,50 persen, sedangkan indeks MSCI Indonesia bergerak datar dengan penurunan tipis 0,05 persen.
PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) melaporkan pemanfaatan dana hasil penawaran umum perdana saham sebesar Rp166,71 miliar hingga 30 Juni 2026.
Dana hasil IPO tersebut dialokasikan perseroan untuk ekspansi pembukaan gerai baru serta penambahan modal pada entitas anak usaha. Dari total dana bersih IPO senilai Rp337,20 miliar, emiten ini masih mengantongi sisa dana sebesar Rp170,49 miliar. Sisa dana tersebut disimpan di rekening giro Bank Mandiri, dengan Rp170,44 miliar mendapatkan bunga 5,00 persen dan Rp50,86 juta berbunga 0,40 persen per tahun.
Perseroan berencana memakai sisa dana IPO ini secara bertahap hingga akhir tahun 2026 sesuai dengan prospektus awal.
Ekspansi Bisnis dan Lonjakan Laba INPP
PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) terus memacu pendapatan berulang melalui pembukaan 23 Semarang Shopping Center dan proyek mixed-use 88 Plaza Balikpapan. Mal 23 Semarang Shopping Center telah menjaring lebih dari 30 ribu pengunjung sejak pertama kali dibuka untuk umum.
Sementara itu, penjualan tahap awal area ruko di proyek 88 Plaza Balikpapan kini sudah terserap sekitar 40 persen. Pada kuartal I-2026, INPP mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 14,14 persen menjadi Rp326,91 miliar secara tahunan.
Laba operasional perseroan naik 29,95 persen menjadi Rp41,11 miliar, dengan raihan laba bersih mencapai Rp44,07 miliar. Hasil ini membalikkan kondisi rugi bersih sebesar Rp132,87 miliar yang sempat dialami perseroan pada periode yang sama tahun lalu. Untuk tahun 2026, INPP menargetkan pertumbuhan pendapatan berkisar antara 5 persen hingga 10 persen dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp1,74 triliun.
Rencana Aksi Stock Split Saham MLPT
PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) bersiap melaksanakan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:25.
Langkah korporasi ini akan mengubah nilai nominal saham perseroan dari sebelumnya Rp100 menjadi Rp4 per saham. Rencana ini telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar pada 29 Juni 2026. Pasca-stock split, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh akan melesat dari 1,88 miliar menjadi 46,88 miliar lembar saham.
MLPT memiliki modal dasar sebesar Rp600 miliar yang terbagi atas 150 miliar lembar saham.
Dari modal dasar tersebut, modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh adalah sebesar Rp187,50 miliar atau sekitar 31,25 persen. Perdagangan saham MLPT dengan nilai nominal lama di Pasar Reguler dan Negosiasi akan berakhir pada 20 Juli 2026.
Selanjutnya, saham dengan nominal baru mulai ditransaksikan di Pasar Reguler dan Negosiasi pada 21 Juli, serta Pasar Tunai pada 23 Juli 2026.