Media Ekuador Kritik Performa Timnas Usai Tersingkir dari Piala Dunia

Share

Media lokal Ekuador memberikan reaksi keras menyusul kekalahan tragis tim nasional mereka dengan skor 2-0 dari Meksiko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Selasa malam. Kegagalan tersebut diperparah oleh kartu merah yang diterima bek Arsenal, Piero Hincapie, menjelang akhir pertandingan.

Dilansir dari media Ekuador El Comercio, penampilan tim asuhan Sebastian Beccacece dinilai sangat mengecewakan sejak awal laga bergulir. El Comercio menggambarkan performa tersebut sebagai sesuatu yang "left much to be desired" sebelum kartu merah Hincapie mengakhiri malam yang buruk bagi La Tri.

Kondisi sulit sudah dihadapi Ekuador bahkan sebelum pertandingan dimulai akibat badai petir yang menunda laga selama satu jam. Selain itu, kehadiran hampir 80.000 pendukung Meksiko membuat atmosfer Stadion Azteca menjadi sangat intimidatif bagi para pemain.

"The Ecuadorian national team arrived to play one of the most important matches in its history," tulis El Comercio.

Media tersebut menambahkan bahwa jalannya pertandingan sudah tidak berpihak pada Ekuador sejak awal. Kebijakan taktis Beccacece dikritik karena membiarkan Meksiko mendominasi penguasaan bola dan mengeksploitasi lini sayap mereka.

"However, the night began long before the opening whistle." lanjut El Comercio.

Meksiko berhasil unggul cepat melalui gol Julian Quinones dan Raul Jimenez dalam kurun waktu 30 menit pertama laga berjalan. El Comercio mencatat bahwa tim tuan rumah "set the tone from the first minute" dan mengendalikan permainan dengan nyaman.

Ekuador sempat memberikan perlawanan melalui peluang John Yeboah yang membentur tiang gawang, namun mereka gagal memperkecil ketertinggalan hingga peluit panjang berbunyi. Frustrasi pemain terlihat jelas saat Moises Caicedo kecewa berat dan Kevin Rodriguez menangis di lapangan.

Malam buruk Ekuador ditutup dengan kartu merah langsung Hincapie setelah terlibat perselisihan dengan Santiago Jimenez pada masa tenggang. Hincapie kemudian langsung berjalan menuju lorong ruang ganti tanpa memedulikan jabat tangan dari sang pelatih, Sebastian Beccacece.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author