Mobil McLaren Terbelah Dua Usai Tabrak Tiang di Sukoharjo
Sebuah mobil sport McLaren mengalami kecelakaan tunggal hingga terbelah menjadi dua bagian setelah menabrak pagar dan tiang listrik di jalan raya Solo-Wonogiri, wilayah Kabupaten Sukoharjo, akibat pengemudi kehilangan konsentrasi.
Kondisi kendaraan mewah tersebut dilaporkan hancur total pada bagian kap depan hingga menyisakan blok mesin, sebagaimana dilansir dari Detik Oto. Insiden ini melibatkan seorang pengemudi berinisial F (21) dan satu orang penumpang berinisial R (21) yang merupakan warga setempat.
Aparat kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi terkait kronologi peristiwa tersebut. Kendaraan mewah itu diketahui melaju dari arah selatan menuju ke utara sebelum akhirnya oleng dan menabrak fasilitas umum di tepi jalan.
"Semula kendaraan melaju dari selatan (Sukoharjo) menuju ke utara (Solo). Sampai di TKP, Pengemudi KBM McLaren diduga kurang konsentrasi di saat berkendara sehingga oleng ke kiri berurutan menabrak pagar, tiang telepon, tiang listrik," kata Ardian dikutip detikJateng.
Kerasnya benturan membuat komponen kendaraan terlempar hingga merusak fasilitas toko yang berada di sekitar lokasi kejadian. Mobil sport tersebut sempat meluncur tidak terkendali sebelum akhirnya berhenti di atas trotoar jalan.
"Mobil terbelah menjadi dua. Untuk bagian depan meluncur ke kanan, menabrak pembatas jalan, kemudian oleng ke kiri berhenti di atas trotoar. Selanjutnya aki terlempar mengenai pintu kaca Indomaret," lanjut dia.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena pengemudi dan penumpang berhasil selamat. Polisi juga mengingatkan para pengendara mengenai aturan wajib konsentrasi yang telah ditetapkan oleh undang-undang lalu lintas.
"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi," demikian bunyi pasalnya.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, pengendara yang mengemudi dalam kondisi konsentrasi terganggu dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu. Menanggapi pentingnya aspek keselamatan, pakar keselamatan berkendara memberikan rekomendasi untuk mencegah penurunan fokus akibat kelelahan.
"Hal ini bisa didapat dari istirahat yang berkualitas sebelumnya," ujar Sony beberapa waktu lalu.
Pakar tersebut menambahkan bahwa penurunan kadar oksigen di dalam tubuh menjadi salah satu pemicu utama hilangnya fokus saat berkendara. Pengemudi disarankan untuk rutin beristirahat secara berkala guna menjaga stabilitas emosi dan kondisi fisik sepanjang perjalanan.
"Istirahat berkala selama di perjalanan, asupan makanan atau minuman yang benar, menjaga emosi dan lain-lain. Sehingga oksigen di dalam darah dapat lancar dan tetap fokus," terang Sony.