Max Verstappen Frustrasi Akibat Regulasi Baru Red Bull Siapkan Pengganti

Share

Performa Red Bull Racing bersama pembalap utamanya, Max Verstappen, mengalami penurunan drastis pada musim balap 2026. Seperti dikutip dari Bola, pencapaian juara dunia empat kali tersebut sejauh ini masih jauh dari target yang memuaskan.

Penerapan regulasi baru menjelang musim ini disinyalir menjadi pemicu utama merosotnya kecepatan jet darat Verstappen. Pembalap asal Belanda tersebut kini tertinggal cukup jauh dari para pesaingnya dalam perebutan gelar juara dunia, meski baru menyelesaikan tiga seri awal.

Verstappen tercatat baru mengemas 12 poin setelah melewati balapan di Australia, China, dan Jepang. Perolehan tersebut terpaut sangat jauh dari pemuka klasemen sementara, Kimi Antonelli, yang telah mengantongi 72 poin.

Prestasi terbaik Verstappen pada awal musim ini hanyalah finis di peringkat keenam saat seri pembuka di Australia. Setelah itu, ia mengalami gagal finis pada balapan berikutnya, dan hanya mampu mengamankan posisi kedelapan di Jepang.

Kondisi sulit ini memicu rasa frustrasi yang mendalam bagi Verstappen sepanjang awal musim 2026. Dalam beberapa kesempatan, ia melontarkan kritik tajam terhadap regulasi baru dan mengisyaratkan peluang untuk pensiun dari Formula 1 lebih cepat.

Setelah merampungkan balapan di Jepang, Verstappen secara terbuka mengungkapkan isi pikirannya mengenai masa depan kariernya di lintasan balap.

"Itu yang saya katakan. Saya memikirkan segalanya di paddock ini," ujarnya.

"Secara pribadi, saya sangat bahagia. Anda juga menunggu 24 balapan, kali ini 22. Tapi, biasanya 24. Lalu, Anda mulai berpikir, apakah ini sepadan? Atau saya lebih menikmati berada di rumah bersama keluarga? Bertemu teman-teman lebih sering saat Anda tidak menikmati olahraga Anda?" kata Verstappen.

Arvid Lindblad Jadi Opsi Suksesor

Rumor rencana kepergian Verstappen langsung memicu spekulasi mengenai langkah antisipasi yang harus diambil oleh manajemen Red Bull. Mantan pembalap Formula 1 yang kini menjadi komentator, Johnny Herbert, menyebut tim tersebut sebenarnya sudah mengantongi nama dari jalur internal.

Dalam wawancara bersama Vision4Sport, Herbert meyakini bahwa Red Bull dapat memaksimalkan potensi pembalap muda didikan mereka sendiri untuk mengisi posisi utama.

"Anda punya Arvid Lindblad, yang bisa menjadi solusi jika Max pergi," kata Herbert.

"Saya pikir Arvid memiliki semua elemen yang tepat untuk mengisi kekosongan itu. Jadi, mereka punya opsi dari dalam tim. Tapi, apakah mereka bisa berkembang menjadi pemenang balapan berulang kali dan bahkan juara dunia? Itu selalu menjadi ujian bagi setiap pembalap," tutur Herbert.

Fokus Perbaikan Struktur dan Infrastruktur Tim

Menurut pandangan Herbert, manajemen Red Bull tidak perlu merasa cemas mengenai ketersediaan pembalap berbakat. Ia justru menilai faktor krusial yang harus dibenahi berada pada sektor teknis di balik layar.

"Mereka punya solusi, dan solusi itu bisa saja sangat cocok dengan situasi saat ini. Jadi, saya rasa bukan masalah besar dari sisi pembalap."

"Yang lebih penting adalah orang-orang di balik layar dan infrastruktur tim, memastikan semua elemen tepat; orang yang tepat, mentalitas yang tepat; untuk membawa tim maju. Tapi, pembalap juga bagian penting dari proses itu," lanjut Herbert.

Selain nama Lindblad, Herbert juga menyebut Isack Hadjar sebagai talenta muda lain yang memiliki ambisi besar untuk bersaing di level tertinggi Formula 1. Di sisi lain, Vision4Sport mengumumkan kemitraan baru dengan Alpine menjelang Grand Prix Monako 2026 untuk menghadirkan pengalaman eksklusif di kawasan Port Hercules.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author