Ahmed El Shenawy Ungkap Mohamed Salah Belum Tentukan Masa Depan
Masa depan penyerang Timnas Mesir Mohamed Salah kembali menjadi perbincangan hangat menjelang pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Belgia di Stadion Seattle pada Selasa dini hari WIB, setelah memutuskan berpisah dengan Liverpool.
Spekulasi mengenai kelanjutan karier pemain berusia 34 tahun tersebut mencuat menyusul pemecatan pelatih Arne Slot dari Liverpool, seperti dilansir dari Bola.
Hingga saat ini, mantan penyerang The Reds yang telah mencetak 257 gol tersebut belum mengumumkan klub barunya karena sedang berfokus membela negaranya.
Kiper Timnas Mesir Ahmed El-Shenawy memberikan informasi mengenai situasi terbaru rekan setimnya itu terkait kenangan bersama klub lamanya.
"Ia menghabiskan waktu yang sangat lama di sana. Ia sudah terbiasa dengan klub itu, memberikan segalanya untuk mereka, menjalani banyak momen bahagia di sana, dan memenangkan banyak trofi," kata El-Shenawy, penjaga gawang Mesir.
Penjaga gawang yang dikenal dekat dengan sang penyerang itu menilai perpisahan dengan Liverpool membawa dampak psikologis bagi rekannya.
"Tentu saja kepergiannya akan memengaruhinya. Itu hal yang normal," imbuh El-Shenawy.
Kendati demikian, situasi dinilai masih bisa berubah setelah Liverpool kini resmi menunjuk Andoni Iraola sebagai manajer baru.
"Tapi, siapa yang tahu? Mungkin saja keadaan berubah dan ia tetap bertahan. Tidak ada yang tahu." tutur El-Shenawy.
Ia menambahkan bahwa sang penyerang secara terbuka mengakui belum mengambil keputusan final terkait masa depan kariernya.
"Ia mengatakan dengan tepat kepada saya, 'Sejujurnya, saya masih belum tahu.' Itu yang ia katakan kepada saya. Jadi, saya benar-benar tidak tahu ke mana ia akan pergi. Ia belum membuat keputusan," ungkap El-Shenawy.
Pernyataan dari rekan setim Salah di tim nasional tersebut segera mendapatkan tanggapan dari pihak manajemen sang pemain.
"Mohamed baik-baik saja dan baik saya maupun dirinya tidak suka membahas rencana masa depan yang sensitif dengan orang-orang yang tidak terlibat di dalamnya," tulis Abbas, agen Salah melalui akun X miliknya.
Agen sang pemain menegaskan bahwa mereka sangat menjaga kerahasiaan mengenai langkah karier sang bintang ke depan.
"Kami berdua sangat menjaga privasi dalam hal-hal seperti ini. Ya, orang-orang bisa saja bertanya dan mungkin mendapat jawaban sopan yang standar, tetapi hanya itu," lanjut Abbas.
Di sisi lain, mantan pemain belakang Liverpool Dejan Lovren meyakini bahwa perselisihan dengan pelatih sebelumnya menjadi alasan utama kepergian sang striker.
"Ya, ia akan bertahan, 100 persen. Percayalah kepada saya, ia akan bertahan 100 persen," ujar Lovren, mantan bek Liverpool.
Lovren berpendapat bahwa kualitas yang dimiliki penyerang Mesir tersebut masih sangat dibutuhkan di kompetisi kasta tertinggi.
"Maksud saya, jika Anda mengatakan Liverpool tidak membutuhkan Mohamed Salah ketika ia masih bisa bermain di level tertinggi selama dua atau tiga tahun lagi, berarti kita punya masalah dalam memahami sepak bola," ucap Lovren.
Mantan pemain Timnas Kroasia itu kemudian membandingkan situasi sang pemain saat bekerja di bawah arahan dua pelatih Liverpool yang berbeda.
"I tidak berpikir ini soal manajemen klub. Saya pikir hanya satu orang, yaitu pelatih," cetus Lovren.
Ia menutup pandangannya dengan menegaskan adanya perbedaan keharmonisan hubungan kerja yang dirasakan sang bintang selama berada di Anfield.
"Mereka tidak memiliki hubungan yang baik, mari kita katakan apa adanya. Bersama Klopp, ia memiliki hubungan yang sangat baik. Hubungan mereka memang tidak selalu sempurna, tetapi mereka saling mengenal dengan sangat baik. Mereka saling percaya, saling menghormati, dan melakukan segalanya di lapangan untuk Klopp. Klopp juga memberinya kepercayaan diri. Namun, dengan Slot, semuanya justru berkebalikan," tutur Lovren.