Marvel Ubah Cerita Komik X Men Akibat Ancaman Hukum Plagiarisme
Marvel Comics terpaksa merombak total arah narasi Krakoan Era dalam komik X-Men akibat adanya ancaman hukum terkait tuduhan plagiarisme. Langkah drastis ini diambil setelah pondasi cerita utama dinilai terlalu mirip dengan sebuah novel fiksi ilmiah rilisan tahun 2014, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Kamis (21/5/2026).
Co-kreator Deadpool, Rob Liefeld, mengungkapkan melalui platform X bahwa alur cerita House of X / Powers of X (HOX/POX) yang ditulis oleh Jonathan Hickman pada 2019 memiliki kemiripan dengan novel The First 15 Lives of Harry August karya Claire North. Konsep reinkarnasi siklikal karakter Harry August yang mempertahankan ingatan masa lalu untuk mencegah kiamat dinilai identik dengan perombakan sejarah karakter Moira MacTaggert di era Krakoa Marvel.
"Setahu saya, alasan HOX/POX berantakan begitu cepat adalah karena elemen paling menarik dari cerita tersebut terpaksa dihentikan," tulis Rob Liefeld, co-kreator Deadpool.
Penghentian narasi tersebut dilakukan setelah adanya keberatan langsung dari pihak penulis novel mengenai kesamaan ide cerita. Hubungan hukum ini diperkuat oleh rekam jejak Hickman yang sebelumnya pernah menyebutkan novel tersebut sebagai salah satu buku favoritnya.
"Hal ini terjadi setelah penulis buku lThe First 15 Lives of Harry August mempertanyakan adanya plagiarisme, mengingat Hickman sendiri sebelumnya pernah menyebutkan buku itu sebagai salah satu buku favoritnya." kata Rob Liefeld.
Intervensi dari tim hukum Marvel membuat perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain memangkas porsi cerita misteri lini masa kehidupan Moira MacTaggert secara drastis. Dampaknya, fokus utama cerita yang telah dirancang sejak awal langsung diredam oleh pihak penerbit.
"Begitu pengacara membuat keputusan, semuanya selesai. Aspek paling penting ini akhirnya terkubur oleh waktu," tambah Rob Liefeld.
Klaim intervensi hukum ini memberikan penjelasan baru mengenai alasan Jonathan Hickman mendadak hengkang dari proyek X-Men pada akhir 2021. Meskipun narasi resmi sebelumnya menyebutkan pengunduran diri Hickman terjadi karena perbedaan visi status quo dengan tim penulis lain, dugaan plagiarisme ini disinyalir menjadi faktor eksternal utama yang merusak rencana tiga babak besar milik Hickman.