Mariano Selamatkan Rayo Vallecano dari Kekalahan Melawan Alavés di Butarque
Mariano kembali menjadi kunci bagi Rayo Vallecano dengan mencetak gol penyeimbang dalam laga kontra Deportivo Alavés, yang berlangsung di Stadion Butarque. Gol tersebut tercipta lima menit menjelang pertandingan berakhir, menggagalkan kemenangan pertama musim ini bagi Rayo.
Babak pertama berlangsung intens dengan kedua tim sama-sama berusaha menyerang. Rayo menunjukkan permainan vertikal yang mengancam gawang Sivera, meski penyelesaian akhir kurang tepat. Alavés juga menciptakan peluang besar, terutama lewat Toni Martínez yang sempat membentur mistar gawang.
Pelatih Rayo, Beñat San José, menyesuaikan strategi dengan memasang Pathé Ciss di lini tengah dan menambah kekuatan di pertahanan lewat Jozhua dan Pelayo. Namun, pada menit ke-15, Rayo mendapat pukulan saat Isi harus digantikan karena cedera.
Gol kontroversial Rayo pada menit ke-35 dianulir wasit setelah pemeriksaan VAR karena bola mengenai tangan Pelayo sebelum masuk ke gawang sendiri.
Memasuki babak kedua, Rayo memulai dengan semangat dan berhasil unggul lewat Camello yang memanfaatkan umpan Andrei Ratiu. Namun, kiper Rayo, Batalla, mengalami cedera usai benturan dengan Toni Martínez, memaksa pertandingan terhenti beberapa menit.
Pelatih Alavés, Quique Sánchez-Flores, memasukkan Mariano dan Denis Suárez untuk menambah daya gedor. Alavés semakin menekan dan akhirnya Mariano memanfaatkan kesalahan Ratiu untuk mencetak gol penyeimbang setelah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Cárdenas.
Rayo Vallecano harus puas berbagi poin setelah Alavés tampil lebih kuat di menit-menit akhir. Bagi Alavés, satu poin di Butarque sangat berharga.
Sementara itu, pertandingan ini menjadi yang terburuk dari segi kehadiran penonton dalam beberapa tahun terakhir bagi Rayo Vallecano, dengan hanya tercatat 4.280 penonton hadir, kurang dari sepertiga dari total 13.000 abonemen klub.
Rendahnya kehadiran ini dipicu oleh aksi boikot yang diinisiasi oleh federasi suporter dan kelompok pendukung klub sebagai respons atas kebijakan klub yang kontroversial, termasuk ancaman memindahkan pertandingan kandang berikutnya ke kota lain.
Direktur Alavés menolak hadir di tribun kehormatan bersama presiden Rayo, Raul Martín Presa, sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan klub tuan rumah yang tidak memberikan tiket untuk suporter tamu.
Pelatih Alavés, Quique Sánchez-Flores, menyatakan bahwa suporter timnya akan tetap mendukung meski dalam situasi sulit dan menekankan pentingnya pendekatan cerdas dalam membaca jalannya pertandingan di lapangan.