Enzo Maresca Memuji Elliot Anderson sebelum Debut Musim City
Enzo Maresca menilai Manchester City mempertimbangkan karakter dan kemampuan Elliot Anderson sebelum meresmikan perekrutannya dari Nottingham Forest, usai pemain itu pindah pada awal musim panas. Anderson juga disebut tampil gemilang di Premier League dan membawa Inggris melaju ke semifinal pada musim panas ini.
Menurut Maresca, Anderson bermain di setiap pertandingan Liga Premier setelah kepindahannya ke Manchester City dan mencatatkan jarak tempuh lari terjauh dibandingkan pemain lain. Di level turnamen musim panas, ia membantu Inggris sampai semifinal dengan permainan yang tenang di lini tengah.
Dalam wawancara mendalam bersama City Studios di Seoul, Maresca menyatakan keputusan perekrutan tidak semata berdasar kualitas pemain.
"Saat kami mengambil keputusan, hal itu tidak hanya didasarkan pada kualitas mereka sebagai pemain—yang tentu saja penting—tetapi kami juga memperhatikan perilakunya," ujar Maresca, Enzo Maresca.
Ia kemudian menyoroti aspek personal yang dipandang sejalan dengan kebutuhan klub.
"Sosok pribadinya, karakternya sebagai manusia, dan Elliot memiliki semua kualitas tersebut," ujar Maresca, Enzo Maresca.
Maresca juga menggambarkan Anderson sebagai pribadi yang disukai rekan setim dan siap bekerja sama.
"Dia adalah pemain yang luar biasa, pribadi yang menyenangkan, rendah hati, serta santun, dan saya sangat senang bisa bekerja sama dengannya," ujar Maresca, Enzo Maresca.
Terpisah dari pembahasan rekrutmen, Maresca juga bersiap memulai tugas melatih Manchester City pada musim 2026-2027. Community Shield kontra Arsenal dijadwalkan pada Minggu (16/8/2026) sebagai debut laga resmi.
Menurut Maresca, ekspektasi publik muncul karena City identik dengan Pep Guardiola yang menangani tim selama 10 tahun terakhir, meski ia melihat tantangan itu sebagai bagian dari peralihan.
"Setelah 10 pertandingan, entah kami mengumpulkan 10, 20, atau 30 poin, orang-orang pasti akan membandingkan pencapaian saya dengan Pep pada tahap yang sama; hal itu tidak memberikan tekanan bagi saya," ungkap Maresca dilansir dari ESPN, Enzo Maresca.
Ia juga menekankan pandangannya mengenai Guardiola sebagai rujukan tinggi dalam dua dekade terakhir.
"Saya sudah berkali-kali mengatakan, baik saat masih di Leicester City maupun Chelsea, bahwa dia adalah manajer terbaik di dunia dalam kurun waktu 15 atau 20 tahun terakhir," imbuh Maresca dilansir dari ESPN, Enzo Maresca.
Dalam tur pramusim, Maresca menyampaikan pendekatan teknis soal penunjukan kapten. Ia mengungkapkan aturan saat tim mencetak gol dan menilai kondisi itu berpengaruh pada pemilihan kapten.
"Saat (melatih) di Leicester (City) dan Chelsea, saya punya aturan bahwa ketika kami mencetak gol, kapten harus mendatangi bangku cadangan-bukan untuk merayakan gol, melainkan untuk menerima instruksi," ujar Maresca dikutip detikSport dari The Athletic, Enzo Maresca.
Maresca menilai penunjukan kapten kepada striker bisa menimbulkan masalah dalam penerapan aturan tersebut.
"Namun, jika kapten sendiri yang mencetak gol, barulah dia boleh merayakannya. Kalau Erling yang jadi kapten… gawat! Kami bakal punya masalah, bisa kalian bayangkan?" ujar Maresca dikutip detikSport dari The Athletic, Enzo Maresca.
Ia menambahkan bahwa meski waktu penyesuaian singkat, kapten tetap perlu menyampaikan instruksi di lapangan setelah gol.
"Meski hanya dua atau tiga menit, selalu ada hal yang perlu disesuaikan (di lapangan). Kami punya tiga atau empat (kapten) dan kami sedang kehilangan satu orang. Untuk kasus Rodri (yang dirumorkan akan pindah), lihat saja nanti bagaimana perkembangannya," tegas Maresca, Enzo Maresca.