Marcos Reina Isyaratkan Bertahan di Indonesia Jelang Laga Pamungkas Persik

Share

Pelatih Persik Kediri Marcos Reina memberikan sinyal kuat untuk melanjutkan karier kepelatihannya di Indonesia menjelang pertandingan pamungkas kompetisi sepak bola kasta tertinggi nasional. Kepastian mengenai masa depan juru taktik asal Spanyol tersebut menjadi sorotan utama seiring segera berakhirnya musim kompetisi.

Dilansir dari Bola, kepemimpinan Marcos Reina di skuat berjuluk Macan Putih itu menyisakan satu pertandingan terakhir melawan Persebaya Surabaya pada 23 Mei mendatang. Momentum ini memicu spekulasi mengenai kelanjutan kontrak sang pelatih di Kediri untuk musim depan.

"Saya merasa nyaman di sini. Saya banyak belajar tentang kultur dan pemain lokal Indonesia. Karakter mereka, bagaimana berkomunikasi dengan mereka, dan hubungan secara profesional," kata Marcos Reina, Pelatih Persik Kediri.

Ungkapan kenyamanan tersebut mempertegas keinginan implisit dari pria berusia 41 tahun itu untuk tetap berkiprah di tanah air. Pengetahuan baru mengenai sepak bola nasional dinilai menjadi modal berharga bagi perjalanan karier profesional dirinya ke depan.

"Dengan pengetahuan tersebut, banyak hal yang akan membantu saya di masa depan. Jadi, saya sangat berterima kasih untuk itu," jelas Marcos Reina, Pelatih Persik Kediri.

Manajemen Persik sebelumnya mendatangkan arsitek strategi kelahiran Sant Cugat del Vallès itu pada pekan ke-15 kompetisi untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Ong Kim Swee. Pelatih asal Malaysia tersebut harus kembali ke negara asalnya guna membangun program sepak bola lokal.

Hingga menjelang laga penutup, Marcos Reina tercatat telah mendampingi Persik dalam 20 pertandingan dengan torehan tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, dan 10 kekalahan. Pertandingan melawan Persebaya di akhir musim nanti akan menggenapi catatan kepelatihannya menjadi 21 laga.

"Soal masa depan saya di Persik, kita akan melihat apa yang terjadi nanti. Kami selesaikan satu pertandingan melawan Persebaya dulu. Ini derby yang pasti sangat menarik. Kamibelum ada pembicaraan kontrak baru. Tapi, pengalaman setengah musim di Super League pasti akan membantu saya untuk berkembang di Indonesia," ujar Marcos Reina, Pelatih Persik Kediri.

Di luar dinamika internal klub, Marcos Reina juga sempat membagikan pandangannya mengenai sepak bola global dengan menjagokan Spanyol dan Prancis sebagai kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Ia turut memberikan pujian kepada Lamine Yamal yang dinilainya telah bertransformasi menjadi bintang dunia lewat performa impresif di level tertinggi.

Meski mengawali tugas di paruh musim, juru taktik tersebut menyatakan kebanggaannya bisa menangani salah satu klub besar di Indonesia. Fokus utama sang pelatih saat ini adalah mempersiapkan strategi terbaik demi mengamankan poin penuh pada laga terakhir dan menempatkan posisi Persik di peringkat klasemen akhir yang maksimal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author