Manga Rurouni Kenshin Arc Hokkaido Hiatus Sementara hingga September 2026
Majalah Jump SQ edisi Juli terbitan Shueisha mengumumkan bahwa manga Rurouni Kenshin: Arc Hokkaido akan mengalami hiatus untuk sementara waktu. Dilansir dari Detikcom, komik yang merupakan karya dari Nobuhiro Watsuki bersama istrinya, Kaoru Kurosaki, tidak akan merilis bab baru dalam waktu dekat.
Kisah lanjutan dari petualangan Kenshin Himura ini dijadwalkan akan kembali diterbitkan pada September 2026. Sejak kasus hukum yang melibatkan sang komikus mencuat ke publik, serialisasi manga ini tercatat cukup sering mengalami masa hiatus.
Sebelum jeda terbaru ini, komik tersebut sempat tidak terbit pada November 2025 dan baru kembali menyapa pembaca pada 4 Februari. Pola hiatus berkepanjangan juga pernah terjadi pada Mei 2024, sebelum akhirnya diserialisasikan lagi pada Juli 2025.
Kondisi kesehatan Nobuhiro Watsuki yang dilaporkan terus memburuk dari waktu ke waktu menjadi salah satu alasan utama di balik seringnya komik ini mengalami penundaan terbit.
Mundur ke belakang, pada Desember 2017, manga ini juga sempat dihentikan sementara setelah Watsuki didakwa atas kepemilikan gambar pelecehan seksual anak. Proses publikasi kemudian dilanjutkan kembali pada Juni 2018, dengan VIZ Media yang memegang hak penerbitan untuk versi bahasa Inggris.
Sebagai informasi, Nobuhiro Watsuki meluncurkan manga Rurouni Kenshin pertama kali pada tahun 1994 di majalah Shonen Jump milik Shueisha dengan total mencapai 28 volume. Hingga saat ini, karya tersebut telah mencetak kesuksesan besar dengan penjualan lebih dari 72 million kopi di seluruh dunia.
Alur cerita komik ini berfokus pada karakter Kenshin Himura, seorang mantan pembunuh bayaran yang sangat mematikan pada era Restorasi Meiji. Ia kemudian memilih jalan hidup baru yang tenang dan berusaha menjauh dari segala bentuk kekerasan.
Selain sukses besar dalam versi cetak, adaptasi anime dari komik yang juga populer dengan nama Samurai X ini telah mencapai 95 episode. Waralaba ini terus berkembang melalui tiga proyek original video animation (OVA), adaptasi film live-action, hingga pertunjukan musikal panggung yang dibawakan oleh grup teater perempuan Takarazuka Revue.