Manchester United Segera Rampungkan Transfer Ederson dari Atalanta

Share

Manchester United dikabarkan tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan pengganti Casemiro di lini tengah. Klub berjuluk Setan Merah tersebut hampir merampungkan proses transfer gelandang Atalanta, Ederson, dengan nilai kesepakatan mencapai 35 juta paun.

Seperti dilansir dari Bola, Michael Carrick diyakini melihat Ederson sebagai solusi untuk mengatasi salah satu kelemahan terbesar skuadnya pada musim lalu. Kehadiran pemain asal Brasil ini diproyeksikan menjadi rekrutan pertama dalam rencana perombakan sektor tengah.

Kepergian Casemiro pada akhir bulan ini dipastikan bakal meninggalkan lubang besar. Saat ini, pilihan senior yang tersisa di posisi tersebut hanyalah Kobbie Mainoo dan Manuel Ugarte, meskipun Ugarte sendiri dilaporkan memiliki peluang untuk hengkang.

Manajemen Setan Merah dilaporkan masih memburu minimal dua gelandang baru pada musim panas ini. Beberapa nama yang masuk dalam daftar pantauan klub meliputi Elliot Anderson, Aurelien Tchouameni, Mateus Fernandes, Adam Wharton, Carlos Baleba, dan Sandro Tonali.

Ederson mungkin bukan sosok yang paling banyak menarik perhatian jika dibandingkan dengan beberapa target transfer lainnya. Reputasi sang pemain juga tidak serta-merta menjadi jaminan instan untuk meraih kesuksesan di Inggris.

Catatan beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa klub raksasa Manchester ini tidak selalu meraih hasil sukses saat mendatangkan pemain dari Serie A. Nama-nama seperti Sofyan Amrabat, Rasmus Hojlund, dan Joshua Zirkzee sempat mengalami kesulitan untuk menampilkan performa terbaiknya di Liga Inggris.

Fakta bahwa Ederson absen dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 juga dapat memicu tanda tanya bagi sebagian pihak. Namun, tim asuhan Carrick saat ini membutuhkan kedalaman skuad yang lebih tangguh untuk menghadapi jadwal padat di berbagai kompetisi seiring kembalinya mereka ke Liga Champions.

Solusi Keseimbangan Permainan

Jurnalis FootItalia, Andrea Locorotondo, memberikan pandangan bahwa kelebihan utama yang dimiliki Ederson terletak pada kemampuannya dalam menjaga stabilitas permainan tim.

"Ederson telah menjadi mesin yang sangat bisa diandalkan di Serie A selama empat musim terakhir," kata Locorotondo kepada Metro.

"Ini bukan transfer yang akan menjadi berita utama di mana-mana. Namun, justru itulah nilai utamanya bagi tim yang akan bermain di empat kompetisi musim depan," jelasnya.

Menurut analisis Andrea Locorotondo, Ederson merupakan tipe gelandang yang aktif menjemput bola dari lini pertahanan. Pemain ini bertugas memastikan sirkulasi permainan tetap berjalan serta membagikan bola dengan aman kepada rekan setim yang berkarakter lebih kreatif.

Ederson dinilai bukan tipe pemain yang gemar melepaskan umpan berisiko tinggi atau membongkar pertahanan lawan sendirian. Karakter tersebut dirasa cocok karena Manchester United telah memiliki Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo untuk mengemban tugas kreatif.

"Dia adalah pemain yang terus bergerak mencari ruang di antara lini, menerima bola dari bek tengah, lalu mengalirkannya kembali dengan aman. Itulah jenis sirkulasi yang diinginkan tim Michael Carrick yang mengandalkan penguasaan bola," ujar Locorotondo.

Mengatasi Masalah Mobilitas Lini Tengah

Sektor tengah menjadi sorotan tajam dalam beberapa musim terakhir akibat kurangnya mobilitas pemain. Lini tengah tim terlalu mudah ditembus oleh pemain lawan, situasi yang juga sempat terjadi pada musim pertama Carrick menjabat sebagai pelatih permanen.

"Secara defensif, dia memberikan kekuatan yang nyata," ujar Locorotondo.

"Permainannya dibangun melalui intersep dan perebutan kembali bola, bukan tekel-tekel keras. Dia membaca bahaya sebelum situasi berkembang dan mampu melindungi ruang ketika bek sayap maju membantu serangan," ulasnya.

Andrea Locorotondo juga menambahkan bahwa Ederson memiliki beberapa aspek keunggulan jika dibandingkan dengan Ugarte, terutama pada saat tim sedang berada dalam posisi menguasai bola.

Kemampuan Fisik Standar Liga Inggris

Mantan pemain tengah tim nasional Brasil dan Tottenham Hotspur, Sandro, turut memberikan penilaian positif mengenai kualitas pemain berusia 26 tahun tersebut.

"Saya tahu dia adalah gelandang top," kata Sandro kepada Metro.

"Saya tahu dia kuat. Dia memiliki kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk bermain di Liga Inggris dan saya juga tahu ada beberapa klub Liga Inggris lain yang ingin merekrutnya."

"Saya pikir dia punya kualitas untuk membangun serangan dan juga kekuatan untuk menghentikan lawan karena fisiknya sangat baik," ucapnya.

"Saya tahu dia bisa bermain dari kotak penalti ke kotak penalti, tetapi dia juga bisa menjadi gelandang yang membantu mengontrol pertandingan. Dia bisa mengumpan dengan baik, melakukan tekel, dan menjadi sosok yang kuat di lini tengah," lanjut Sandro.

Kombinasi Sempurna di Sektor Tengah

Kebutuhan taktis disinyalir menjadi alasan utama di balik langkah cepat manajemen untuk mengamankan tanda tangan Ederson. Karakter permainannya dinilai sangat cocok untuk melengkapi peran Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo di lapangan.

"Alasan taktis adalah faktor utama mengapa Manchester United bergerak cepat," ujar Locorotondo.

"Ederson sangat cocok melengkapi duet Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo. Dia menjaga aliran bola tetap hidup dalam struktur permainan segitiga yang disukai Carrick sehingga pemain yang lebih kreatif bisa lebih fokus menyerang."

Ederson juga disebut mempunyai mobilitas yang lebih baik daripada Casemiro, memiliki kapasitas untuk bermain lebih tinggi, serta efektif dalam memenangkan penguasaan bola kembali.

Analisis Kekurangan Pemain

Walaupun memiliki banyak kelebihan, Ederson tetap mempunyai beberapa catatan kekurangan. Dirinya bukan tipe gelandang yang memiliki spesialisasi untuk membongkar sistem pertahanan rendah lawan yang menumpuk pemain di belakang.

Pemain Atalanta ini juga tidak memiliki keunggulan dalam duel udara seperti yang biasa ditunjukkan oleh Casemiro. Sepanjang musim lalu, Ederson tercatat hanya menyumbangkan total tiga gol.

"Dengan harga 35 million paun, ini adalah pembelian yang cerdas dan berisiko rendah," kata Locorotondo.

"Dia bukan penyelamat, tetapi fondasi," imbuhnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author