Manchester United Hadapi PSG di Swedia Usai Pemain Kunci Pulih
Pertandingan pramusim tersulit bakal dihadapi Manchester United saat bersua juara Liga Champions, Paris Saint-Germain, di Stadion Ullevi, Gothenburg, Swedia, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Laga ini menjadi ujian keempat bagi skuat asuhan Michael Carrick dalam rangkaian tur musim panas, setelah sebelumnya meraih kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid dan melibas Rosenborg 5-0.
Klub berjuluk Setan Merah tersebut menyambut kembalinya sejumlah pemain kunci ke sesi latihan di Carrington, termasuk Bruno Fernandes, Diogo Dalot, Matheus Cunha, dan Noussair Mazraoui setelah berlaga di Piala Dunia.
Gelandang anyar Youri Tielemans serta kiper Senne Lammens juga sudah berlatih penuh dan siap diturunkan, sementara Benjamin Šeško serta Karl Darlow mendekati pemulihan akhir.
Manajer Manchester United, Michael Carrick, menyampaikan kepuasannya terhadap perkembangan performa tim usai kemenangan atas Atletico Madrid di laga sebelumnya.
"Saya menikmatinya, saya pikir ada banyak hal baik dari hal-hal yang ingin kami tingkatkan," ujar Michael Carrick, Manajer Manchester United.
Carrick menilai timnya menunjukkan progres positif setelah menjalani masa persiapan dalam beberapa bulan terakhir.
"Membangun apa yang telah kami lakukan selama tujuh bulan terakhir, saya pikir ada banyak pertanda baik bagi kami, ini tidak akan pernah menjadi tahap persis yang kami inginkan," kata Michael Carrick, Manajer Manchester United.
Ia menekankan bahwa kontribusi dari kombinasi pemain senior dan pemain muda memberikan dampak yang sangat besar pada kebugaran dan kekuatan skuat.
"Namun saya pikir ada sangat banyak hal positif yang bisa diambil dari pertandingan ini, secara individu, secara kolektif sebagai tim, para pemain senior terlihat kuat dan bugar, dan para pemain muda tampil sangat baik," jelas Michael Carrick, Manajer Manchester United.
Kedatangan Manchester United ke Swedia disambut hangat oleh pendukung lokal, termasuk kelompok suporter Red Army Gothenburg yang dikelola oleh David Blomgren.
"Ini sangat spesial karena mereka sering kali hanya bermain di Asia atau Amerika," ungkap David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Blomgren mengenang momen terakhir kali klub raksasa Inggris tersebut berkunjung ke Swedia sedekade lalu.
"Itu 10 tahun lalu [terakhir kali] mereka ada di sini. Zlatan Ibrahimovic datang ke Manchester, jadi itu adalah hal besar bagi orang-orang Swedia," ujar David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Menurutnya, laga persahabatan ini memberikan kesempatan langka bagi para penggemar yang kesulitan bepergian langsung ke Inggris.
"Tetapi sekarang ketika mereka berada di sini lagi, ini [sangat bagus untuk] begitu banyak orang yang mungkin tidak mampu atau tidak bisa pergi ke Inggris, mereka dapat menonton mereka di sini," kata David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Ia juga membandingkan akses transportasi dan biaya perjalanan dari Gothenburg menuju Old Trafford yang kini makin terjangkau.
"Sekarang lebih baik. Sekarang Ryanair terbang langsung ke Manchester, dan jika Anda menemukan penerbangan yang bagus, Anda bisa membelinya sekitar £50," jelas David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Meskipun demikian, biaya perjalanan pulang pergi terkadang masih menjadi pertimbangan finansial bagi suporter.
"Sering kali biayanya sekitar £150 mungkin untuk pulang pergi," ungkap David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Blomgren menceritakan awal mula dirinya dan rekannya dipercaya untuk mengelola kelompok suporter tersebut di Gothenburg.
"Saya pikir 10 tahun lalu saya dan Mats mendapat pertanyaan itu, karena sebelumnya ada kelompok pendukung, tetapi kami mendapat pertanyaan apakah kami ingin terus menjalankannya," ujar David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Kecintaannya pada dunia sepak bola mendorongnya untuk mengambil peran aktif setelah pensiun sebagai pemain.
"Bagi saya, sepak bola selalu menjadi hidup saya sehingga saya selalu bermain atau melakukan sesuatu dengan sepak bola. Ketika saya berhenti bermain sepak bola, saya masih ingin bekerja di bidang sepak bola atau melakukan sesuatu dengannya," kata David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Keputusan untuk memimpin klub suporter diambil dengan tujuan menciptakan suasana berkumpul seperti di Manchester.
"Jadi ketika saya mendapat pertanyaan untuk menjalankan klub pendukung karena saya menonton semua pertandingan, itu adalah pilihan yang mudah. Dan Mats, yang menjalankannya bersama saya, kami adalah tim yang sangat bagus. Kami pikir kami bisa memulainya dan membuatnya seperti versi mini dari apa yang kami rasakan, bagaimana rasanya ketika kami berada di Manchester," jelas David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Komunitas tersebut berkembang pesat dari hanya beberapa orang hingga mampu mengumpulkan ratusan penggemar saat laga besar.
"Kami mulai menonton pertandingan bersama dan dengan teman-teman, setiap pertandingan di tempat yang sama – pub John Scott. Itu mulai menjadi rutinitas. Pada awalnya, kami sekitar 10 orang, lima orang, mungkin, paling banyak.
Sekarang kami bisa, saat pertandingan besar, kami bisa sekitar 150 atau hampir 200 orang. Jadi itu luar biasa. Untuk pertandingan biasa, mungkin ada 60, 70 orang," ungkap David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Ia berkomitmen menyediakan pengalaman terbaik bagi para pendukung Manchester United di Swedia.
"Saya pikir kami memiliki platform yang sangat bagus untuk mencoba menjadikannya pengalaman sebaik mungkin di sini di Swedia," ujar David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Berbagai kegiatan rutin diselenggarakan untuk mempererat kebersamaan antaranggota kelompok suporter.
"Ketika kami menonton mereka di TV, kami memiliki lagu dan nyanyian, kami memiliki pemanasan, kami memiliki kuis. Kami kedatangan pemain asing di sini dan mereka berbicara tentang waktu mereka di Manchester," kata David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan informasi dan pengalaman mendalam bagi para pendukung lokal.
"Jadi kami mencoba membangun informasi tersebut untuk pengikut dan pendukung lainnya," jelas David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Mengenai isu kepemilikan klub, Blomgren menilai topik tersebut sempat menjadi perhatian utama beberapa tahun lalu.
"Saya pikir mengenai kepemilikan, itu lebih seperti tiga atau empat tahun lalu yang menjadi masalah besar di sini," ungkap David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Ia juga menyoroti ekspektasi penggemar yang tinggi terhadap klub akibat sejarah besar yang dimiliki.
"Saya pikir banyak orang memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi karena sejarah. Tentu saja Anda harus memiliki ekspektasi, tentu saja, tetapi saya pikir terkadang sulit untuk bersikap realistis," ujar David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Terkait rencana pugar dan pembangunan stadion baru, Blomgren memahami kebutuhan modernisasi kendati memiliki keterikatan emosional dengan Old Trafford.
"Ini sentimental, sejarah Old Trafford, karena ketika saya pergi ke Inggris, saya ingin pergi ke Old Trafford karena semua yang terjadi di sana dan semua sejarahnya. Pada saat yang sama, saya dapat memahami mereka ingin memperluas atau membangun stadion baru. Setelah hujan menembus atap di Old Trafford, saya paham bahwa Anda perlu membangunnya kembali," kata David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Rancangan kawasan sekitar stadion baru juga dinilainya sebagai konsep yang menarik bagi komunitas pendukung.
"Ketika saya melihat gambar tentang bagaimana mereka ingin membuat area tempat Old Trafford berada saat ini, [bagaimana] orang-orang dapat berada di sana menyaksikan pertandingan tandang mereka dan segalanya, saya menyukai ide tersebut. Bahwa orang-orang berkumpul dan menonton pertandingan bersama, saya pikir itu bagus," jelas David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Pekan pertandingan ini menjadi momen istimewa bagi para pendukung di Gothenburg.
"Ini akan menjadi seperti seminggu penuh Man United," ungkap David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Kehadiran skuat Setan Merah secara langsung menjadi kehormatan besar dan mendapat sorotan luas media lokal.
"Saya menyukainya karena ini adalah hal lain yang dapat kami bagikan dengan orang lain. Sangat mudah untuk membicarakannya, tetapi sekarang ketika mereka berada di sini, ini jauh lebih besar, dan ini tidak sering terjadi, jadi ini adalah sebuah hak istimewa. Ini juga merupakan hal yang sangat besar dalam berita [Gothenburg]," ujar David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Ketika ditanya apakah Manchester United harus lebih sering mengunjungi Swedia, Blomgren memberikan respons positif.
"Saya kira demikian," kata David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Jarak geografis yang dekat serta basis penggemar yang besar di Skandinavia menjadi alasan kuat untuk kunjungan rutin.
"Dan itu mudah karena tidak terlalu jauh bagi mereka untuk bepergian ke sini. Saya tahu ada basis penggemar yang sangat besar di sini di Skandinavia dan bagi saya, saya tidak memiliki anak sendiri, tetapi saya memiliki keponakan dan sangat menyenangkan," jelas David Blomgren, Pengurus Red Army Gothenburg.
Setelah menghadapi PSG di Gothenburg, Manchester United dijadwalkan melanjutkan tur pramusim menghadapi Leeds United di Dublin sebelum menutup rangkaian laga persahabatan kontra AC Milan di Polandia.