Malaysia Turunkan Harga BBM Non Subsidi Berlaku Per 1 Juli 2026

Share

Kebijakan baru terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak kembali diberlakukan oleh pemerintah jiran. Malaysia secara resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di tingkat eceran.

Ketetapan ini membuat banderol bensin RON 95 di negara tersebut menjadi lebih murah jika disandingkan dengan harga produk RON 92 yang dipasarkan di Indonesia, seperti dikutip dari Detik Oto.

Kementerian Keuangan Malaysia mengumumkan bahwa penurunan harga retail ini mulai berjalan sepanjang periode tanggal 1 Juli sampai 8 Juli 2026. Kebijakan penurunan harga tersebut tidak hanya menyasar sektor bensin, melainkan juga berlaku untuk komoditas diesel.

Langkah penurunan ini mengacu pada regulasi formula mekanisme penetapan harga otomatis. Formulasi tersebut bergerak mengikuti tren penurunan harga minyak dunia rata-rata yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Membaiknya kondisi pasokan global serta adanya harapan dari hasil negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran ditengarai menjadi pemicu turunnya harga minyak dunia. Kendati demikian, Kementerian Keuangan Malaysia memberikan catatan bahwa kondisi pasar minyak global saat ini belum sepenuhnya stabil.

Rincian tarif terbaru di Malaysia mencatat bensin RON 95 non-subsidi mengalami penurunan sebesar 10 sen. Harga produk tersebut kini menyusut dari yang semula 3,47 ringgit per liter menjadi 3,37 ringgit per liter atau setara Rp 14.778 dengan acuan kurs 1 ringgit sama dengan Rp 4.385.

Nominal ini terpantau berada di bawah harga bensin RON 92 di Indonesia yang saat ini masih dipatok pada kisaran Rp 16 ribuan per liter.

Di samping itu, varian bensin RON 95 lainnya di Malaysia juga terkoreksi dari angka pekan lalu sebesar 4,10 ringgit per liter menjadi 4,00 ringgit per liter atau berkisar Rp 17.549.

Untuk komoditas bahan bakar diesel non-subsidi di Malaysia, harganya merosot 10 sen dari posisi 4,07 ringgit menjadi 3,97 ringgit per liter atau setara Rp 17.409.

Pada waktu yang bersamaan, Indonesia sebenarnya turut memberlakukan pemotongan harga BBM non-subsidi per 1 Juli 2026. Hanya saja, langkah pemangkasan harga ini tidak diterapkan secara menyeluruh untuk semua varian produk nonsubsidi di tanah air.

Pertamina merilis keputusan penurunan harga untuk produk Pertamax Turbo (RON 98) menjadi Rp 19.300 per liter, Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 21.150 per liter, dan Dexlite (CN 51) menjadi Rp 19.700 per liter.

Sementara itu, harga untuk varian Pertamax (RON 92) dilaporkan tidak mengalami perubahan dan tetap bertahan pada angka Rp 16.250 per liter, diikuti oleh Pertamax Green (RON 95) yang stagnan di harga Rp 17.000 per liter.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Harga BBM Malaysia Pertamina
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author