Madura United Bertahan di Super League Usai Tekuk PSM Makassar
Madura United berhasil mempertahankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah menumbangkan PSM Makassar dengan skor 2-0 pada laga pamungkas pekan ke-34 Super League di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026) sore WIB.
Kemenangan Laskar Sape Kerrab ini sekaligus memastikan Persis Solo terdegradasi ke kasta kedua meskipun tim Laskar Sambernyawa tersebut menang 3-1 atas Persita Tangerang di Stadion Internasional Banten pada waktu yang sama.
Sebelum pertandingan penentu ini digelar, Madura United berada di batas akhir zona aman dengan 32 poin, disusul oleh Persis Solo di zona merah dengan koleksi 31 poin, sementara PSM Makassar berada di atas mereka dengan 34 poin.
Madura United yang membutuhkan kemenangan mutlak langsung bermain menekan dan membuka keunggulan melalui penyerang Junior Brandao pada menit ke-43 yang memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Taufany Muslihuddin.
Junior Brandao kemudian mengunci kemenangan tuan rumah lewat gol keduanya pada menit ke-54 setelah menyundul bola hasil umpan sundulan Pedro Monteiro yang mengarah ke tiang jauh gawang PSM Makassar yang dikawal Reza Arya Pratama.
Dilansir dari Kompas.com, Madura United sempat mendapatkan peluang emas lagi pada menit ke-82 melalui Riquelme, namun tendangannya masih bisa digagalkan oleh penjaga gawang tim tamu.
Di pertandingan lain, Persis Solo sebenarnya sempat unggul lewat gol Jefferson Carioca pada menit ke-44, disusul gol Miroslav Maricic menit ke-74, dan Dejan Tumbas menit ke-92, sementara Persita memperkecil ketertinggalan melalui Pablo Ganet menit ke-90.
Hasil akhir pekan ke-34 membuat Persis Solo tertahan di peringkat ke-16 klasemen akhir dengan meraih 34 angka, menyamai perolehan poin PSM Makassar yang menghuni posisi ke-15.
Berdasarkan regulasi kompetisi, PSM Makassar berhak menempati posisi yang lebih tinggi dan selamat dari degradasi karena memiliki keunggulan catatan head to head atas Persis Solo.
Sebelum jalannya laga hidup mati tersebut, pelatih Madura United Rakhmad Basuki sempat menyoroti pentingnya faktor psikologis dan ketenangan para pemainnya di bawah tekanan besar laga pamungkas.
“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan, fokus pemain juga, mentalitas pemain, dan motivasi pemain juga bisa kita bawa di pertandingan hingga bisa menghasilkan tiga poin,” ujar Rakhmad Basuki seperti dilansir dari Goal.com.
Pihaknya menilai tidak ada persiapan khusus yang dilakukan menjelang pertandingan terakhir ini, namun ia menuntut fokus yang lebih tinggi dari seluruh anak asuhnya demi menjaga posisi tim di kasta tertinggi.
“Kami akan tetap bertarung untuk bisa mempertahankan tim ini tetap berada di Liga 1 (Super League). secara persiapan saya pikir tidak ada yang khusus, cuma pemain harus lebih fokus lagi, motivasinya juga harus lebih kuat lagi, keinginan untuk menangnya juga harus ditambah lagi,” kata Rakhmad Basuki.
Di kubu lawan, pelatih Persis Solo Milomir Seslija sebelum laga mengakui bahwa pertandingan tandang melawan Persita Tangerang merupakan sebuah tantangan yang berat bagi skuad asuhannya.
“Ini pertandingan sangat penting, dan kami akan terus maju untuk meraih hasil terbaik. Kami akan bermain dengan rasa bangga dan semangat untuk tidak pernah menyerah. Kami akan menampilkan semangat serta mempedulikan satu sama lain,” tegas Milomir Seslija.
Pelatih asal Bosnia tersebut juga menegaskan bahwa timnya tidak mau memikirkan hasil pertandingan yang diperoleh tim lain di tempat berbeda dan memilih fokus sepenuhnya pada performa internal.
“Kami ingin fokus ke pertandingan kami saja, kami tidak ingin terpengaruh dengan pertandingan lain dan kami harus menampilkan permainan terbaik. Persis akan terus berjuang untuk meraih tiga poin,” tandas Milomir Seslija.
Meskipun performa Persis Solo di lima laga terakhir sempat lebih baik dari Madura United dengan mengemas tujuh poin hasil dari dua kemenangan dan satu kali imbang, hasil akhir pekan ke-34 tetap mengirim mereka turun kasta musim depan.