Maarten Paes Perkuat Timnas Indonesia Usai Bawa Ajax ke Conference League
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, bergabung dengan skuad Garuda di Jakarta dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah membawa klubnya, Ajax Amsterdam, mengamankan tiket UEFA Conference League musim depan melalui babak adu penalti.
Aksi gemilang penjaga gawang berusia 27 tahun tersebut terjadi dalam laga final playoff kompetisi Eropa melawan FC Utrecht, yang dilansir dari Bola. Penyelamatan krusial Paes terhadap dua eksekutor Utrecht memastikan kemenangan Ajax dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Performa impresif penjaga gawang utama De Godenzonen ini diharapkan dapat berlanjut saat membela Timnas Indonesia dalam agenda FIFA Matchday. Skuad Garuda dijadwalkan akan menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni mendatang.
Keberhasilan menepis tendangan striker berpengalaman Sebastian Haller diakui Paes tidak lepas dari analisis dan instingnya di lapangan. Dirinya mengungkapkan bahwa ia mempelajari kebiasaan penalti sang penyerang dan terinspirasi oleh mantan kiper Juventus, Wojciech Szczęsny.
"Sekitar lima puluh tendangan penalti Haller; dia hampir selalu mencetak gol. Jadi saya harus menemukan cara," kata Paes.
Paes menjelaskan bahwa ia meniru ketenangan Szczęsny dalam membaca pergerakan lawan demi menggagalkan peluang emas dari penyerang lawan tersebut.
"Saya tahu dia selalu ragu sejenak, jadi saya melakukan semacam insting. Tapi setelah insting itu, saya benar-benar pergi ke sudut yang sama. Saya meniru itu dari Wojciech Szczesny yang juga sering melakukan itu," lanjut Paes.
Selain Szczęsny, mantan kiper Timnas Belanda, Tim Krul, juga menjadi referensi penting bagi Paes dalam meningkatkan kemampuannya membaca tendangan penalti.
"Begitulah cara saya mencoba belajar sesuatu dari setiap kiper. Tim Krul juga melakukan hal yang sedikit mirip, ketika dia menyelamatkan penalti dari Haller," tandas Maarten Paes.
Pada musim perdananya, Paes mencatatkan performa solid dengan membawa Ajax finis di peringkat kelima Eredivisie. Ia tampil tidak tergantikan dalam 11 pertandingan terakhir di liga serta dua laga playoff, dengan membukukan lima kali clean sheet dan rata-rata rating 7,18 per pertandingan.