Lucas Digne Pakai Jersey Real Madrid Jelang Kepindahan ke PSG

Share

Mantan bek kiri Barcelona dan Aston Villa, Lucas Digne, memicu perhatian publik setelah terlihat mengenakan jersey Real Madrid dalam video unggahan media Spanyol, Marca, menjelang kepindahannya ke Paris Saint-Germain pada Rabu, 5 Agustus 2026. Pemain asal Prancis tersebut menarik sorotan karena pernah membela klub rival, Barcelona, pada periode 2016 hingga 2018 sebelum melanjutkan kariernya di Everton dan Aston Villa. Proses kepindahan Digne ke Paris Saint-Germain kini telah memasuki tahap akhir setelah sang pemain menyetujui kesepakatan secara lisan untuk menjadi pelapis Nuno Mendes di posisi bek kiri.

Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa PSG telah memberitahu Aston Villa terkait rencana aktivasi klausul pelepasan sang pemain yang bernilai di bawah 10 juta euro setelah ajang Piala Dunia 2026 berakhir.

Sebelum munculnya rumor transfer tersebut, Digne sempat membela tim nasional Prancis yang tersingkir di babak semifinal Piala Dunia usai kalah 0-2 dari Spanyol di AT&T Stadium, Arlington, Texas. Kekalahan Prancis di babak empat besar tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi skuad asuhan Didier Deschamps.

"Tentu saja ada banyak kekecewaan," kata Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps. Deschamps menilai para pemainnya merasa terpukul karena memiliki ambisi besar di turnamen tersebut.

"Para pemain merasa hancur karena kami memiliki ambisi yang besar, meskipun kami juga harus realistis dan mengakui bahwa hari ini kami berada satu tingkat di bawah pada level teknis melawan tim yang mengontrol permainan dengan baik," kata Deschamps. Deschamps juga menegaskan bahwa kekalahan tersebut merupakan tanggung jawab tim secara keseluruhan. "Tapi pertama-tama, ini salah kami, saya tidak ingin menyalahkan siapa pun," kata Deschamps.

Meski menerima hasil pertandingan, Deschamps melontarkan kritikan terhadap kepemimpinan wasit Ivan Barton asal El Salvador yang memberikan penalti kepada Spanyol akibat pelanggaran Digne terhadap Lamine Yamal.

"Saya akan mengajukan pertanyaan terjebak dan saya tidak akan menjawabnya," kata Deschamps. Deschamps mempertanyakan kelayakan wasit dalam memimpin laga krusial tersebut. "Apakah wasit berada pada level yang dibutuhkan untuk memimpin semifinal Piala Dunia?" kata Deschamps.

Ia menambahkan bahwa pandangannya tersebut tidak didasari semata-mata oleh hasil kekalahan timnya.

"Dan saya mengatakan ini bukan hanya karena kami kalah hari ini. Ada cukup banyak situasi. Ada beberapa keputusan yang menguntungkan juga," kata Deschamps. Di sisi lain, kemenangan atas Prancis disambut gembira oleh kubu Spanyol yang berhasil menembus babak final Piala Dunia pertama mereka sejak 2010.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memberikan pujian setinggi langit atas performa anak asuhnya di lapangan. "Kami memulai hampir empat tahun lalu dengan sebuah ide dan kami tetap setia pada ide itu dan itu telah membawa kami ke sini," kata Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente.

De la Fuente mengklaim bahwa timnya mampu mengatasi salah satu kekuatan terbesar di dunia. "Hari ini kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia, tetapi di depan mereka, mereka menghadapi tim terbaik di dunia. Itu hal yang berbeda," kata De la Fuente. Ia mengapresiasi dedikasi dan kualitas permainan yang ditunjukkan para pemain Spanyol sepanjang turnamen.

"Para pemain ini berhak mendapatkan segalanya — hari demi hari mereka telah menunjukkan komitmen mereka, solidaritas mereka, kedermawanan mereka, bakat mereka," kata De la Fuente.

De la Fuente menutup pernyataannya dengan memuji kemudahan para pemainnya dalam menjalankan taktik bertanding. "Mereka membuat hal yang sulit terlihat mudah," kata De la Fuente.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author