Lucas Digne Minta Maaf Setelah Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Share

Bek tim nasional Prancis Lucas Digne menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya setelah melakukan kesalahan fatal dalam pertandingan babak semifinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.

Pemain Aston Villa berusia 32 tahun tersebut memicu penalti akibat pelanggaran terhadap Lamine Yamal yang membuat Spanyol membuka keunggulan dan menang 2-0 di Dallas. Akibat insiden tersebut, Digne menjadi sasaran kritik tajam dan pelecehan di media sosial.

"On imagine toujours beaucoup de choses, souvent les plus belles. Mais la fin d’un rêve peut parfois être difficile, et le réveil encore plus brutal. Le plus dur aujourd’hui, c’est de trouver les mots pour exprimer cette immense déception." kata Lucas Digne, bek timnas Prancis.

Digne yang merupakan mantan pemain LOSC Lille dan FC Barcelona tersebut juga mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam terhadap performa dirinya sendiri dalam mengawal lini pertahanan Les Bleus.

"Je suis d’abord déçu de moi-même. Déçu aussi pour cette équipe, pour tous les efforts que nous avons fournis et pour ce groupe de joueurs incroyables." ujar Lucas Digne, bek timnas Prancis.

Melalui unggahan yang sama, pemain dengan 63 caps di timnas tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh suporter yang telah memberikan dukungan langsung maupun dari jauh.

"Je pense aussi à tous ceux qui han fait le déplacement, comme à ceux qui nous ont soutenus depuis la France et partout dans le monde. Votre soutien nous a portés tout au long de cette aventure." kata Lucas Digne, bek timnas Prancis.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap bersatu dan menjaga kehormatan negara di tengah berbagai komentar miring bermuatan politik yang menyerang dirinya.

"Malgré cette immense déception, je reste fier d’avoir représenté notre pays, avec toute sa richesse, sa diversité et toutes les personnes qui le composent." ujar Lucas Digne, bek timnas Prancis.

Digne menutup pernyataannya dengan mengajak rekan-rekan setimnya untuk fokus menghadapi laga perebutan tempat ketiga demi meraih medali perunggu.

"Merci pour tout, pour votre soutien et pour toutes ces émotions. Vous avez été incroyables tout au long de la compétition. Ce n’est pas fini, on a un podium à aller chercher." kata Lucas Digne, bek timnas Prancis.

Sementara itu, pelatih timnas Prancis Didier Deschamps menegaskan bahwa pertandingan perebutan tempat ketiga merupakan sebuah kewajiban moral yang harus dituntaskan dengan penuh kehormatan.

"On a ce devoir-là, par rapport à nous-mêmes, par rapport à ce que représente ce maillot, par rapport à tous ceux qui sont derrière nous" kata Didier Deschamps, pelatih timnas Prancis.

Dilansir dari Europe 1, Deschamps berencana melakukan rotasi pemain untuk pertandingan di Miami tersebut. Pemain seperti Brice Samba, Lucas Hernandez, dan N’Golo Kante dilaporkan berpeluang tampil sejak awal.

Di sisi lain, gelombang hinaan netizen kepada Digne memicu respons keras dari pemerintah daerah asalnya. Wali Kota Crepy-en-Valois, Gabriel Melaimi, mengutuk keras tindakan rasialisme tersebut.

"En tant que Maire de Crépy-en-Valois, j’apporte une nouvelle fois tout mon soutien et celui de la ville dont il a porté les couleurs à Lucas Digne" kata Gabriel Melaimi, Wali Kota Crepy-en-Valois.

Pernyataan resmi yang dirilis melalui akun Facebook kota Crépy-en-Valois pada 16 juli tersebut menegaskan bahwa kasus ujaran kebencian ini telah diteruskan ke Jaksa Republik agar para pelaku diproses secara hukum.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author