Lourenço Ramos Menunjukkan Bakat Besar di Akademi Benfica
Akademi sepak bola Benfica kini tengah mengembangkan talenta muda Lourenço Ramos yang mulai menarik perhatian di Portugal. Pemain sayap berusia 14 tahun tersebut merupakan adik kandung dari penyerang AC Milan, Gonçalo Ramos. Dilansir dari laporan La Gazzetta dello Sport, remaja kelahiran tahun 2011 tersebut menampilkan potensi besar di kelompok umur Benfica.
Kemampuannya mengolah bola di lapangan sering kali disamakan dengan gaya bermain bintang Brasil, Neymar. Lourenço bermain di posisi penyerang sayap yang aktif bergerak menusuk ke area pertahanan lawan. Penampilan impresifnya di kompetisi junior seperti Portimão Cup pada November 2024 memperlihatkan keahlian dribel yang sangat menonjol.
Dalam video cuplikan pertandingan, ia kerap mengecoh lawan menggunakan trik telapak kaki serta umpan tumit yang tidak terduga. Ketenangan bermain yang ditunjukkannya menyerupai pemain veteran meski fisiknya saat ini masih tergolong ramping.
Statistik performa mencatat Lourenço telah membukukan 18 gol dalam 80 laga kompetitif di level junior. Catatan penampilan tersebut dirangkum dari kiprahnya bersama skuad utama Benfica serta klub afiliasi lokal bernama Cb Albufeira. Sebelum bergabung dengan akademi utama, perjalanan karier sepak bola junior Lourenço dimulai dari tim lokal Olhanense. Berbeda dengan sang kakak yang dominan mencetak gol, ia lebih fokus menciptakan momen keajaiban lewat keahlian teknis.
Koleksi prestasi sang pemain kini telah mencakup trofi kejuaraan nasional Under-15 yang diraih pada Juni 2025 lalu. Keberhasilan tersebut kemudian disusul oleh pencapaian terbaru berupa gelar juara di tingkat regional kelas Under-16. Potensi besar yang dimiliki Lourenço juga didukung oleh interaksinya dengan sejumlah pemain bintang dunia di media sosial. Ia tercatat pernah bertemu dengan figur besar sepak bola seperti Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappé, dan Ángel Di María.
Guna menunjang karier profesionalnya, ia memilih menghabiskan waktu luang untuk berlatih secara intensif di pusat kebugaran. Langkah tersebut diambil guna membangun kekuatan otot tubuh agar siap menghadapi kompetisi sepak bola yang lebih kompetitif.