Lonjakan Permintaan AI Mendorong Kenaikan Harga RAM PC
Tingginya permintaan memori untuk mendukung sistem komputasi kecerdasan buatan atau AI telah mendorong kenaikan harga RAM secara signifikan hingga setara dengan tingkat harga pada 2007, sebagaimana dilansir dari Gamebrott pada awal Agustus 2026.
Kondisi lonjakan harga memori ini dinilai sebagai anomali dalam sejarah teknologi karena peningkatan efisiensi harga yang telah dicapai selama dua dekade hilang dalam kurun waktu beberapa bulan saja.
Pengembang GitHub dan ilmuwan performa perangkat lunak Daniel Lemire membandingkan tren harga memori dari waktu ke waktu dan mencatat bahwa lonjakan ini dipicu oleh terbatasnya pasokan memori di pasar umum.
Data terpisah yang dihimpun David Shim dari Stanford DAM Project memperlihatkan bahwa harga DDR5 saat ini berada di kisaran US$11,41 hingga US$13,28 per GB. Secara nominal, angka ini setara dengan tingkat harga pada era DDR2 sekitar tahun 2008.
Penyebab utama kenaikan harga tersebut adalah melonjaknya kebutuhan High Bandwidth Memory (HBM) yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan teknologi untuk membangun pusat data serta infrastruktur AI.
Dalam kesempatan terpisah, Elon Musk selaku pimpinan SpaceX menjelaskan ketidakseimbangan antara pasokan dan lonjakan permintaan pasar terhadap komponen memori saat ini.
"Produksi memori saat ini meningkat sekitar 20 persen per tahun. Namun pertumbuhan permintaan memori justru mencapai sekitar 200 persen per tahun atau bahkan lebih tinggi," kata Elon Musk, pimpinan SpaceX.
Krisis pasokan ini tidak hanya membebani sektor komputer pribadi, tetapi juga berdampak pada lini produk lain seperti kartu grafis, ponsel pintar, konsol gim, hingga industri otomotif.
Industri komputer dinilai perlu segera menemukan metode untuk menekan konsumsi memori dalam sistem AI atau menciptakan teknologi produksi kapasitas besar secara lebih cepat agar harga RAM tidak terus bertahan di tingkat yang tinggi.