Lonjakan Harga Minyak Global Tekan IHSG ke Level 6.315
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, yang pada akhirnya mendorong aksi korporasi pelaku pasar hingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,30 persen ke level 6.315,31 pada Kamis (23/7/2026).
Indeks LQ45 juga mencatatkan penurunan sebesar 0,86 persen ke posisi 627,12. Sikap hati-hati investor membayangi perdagangan sesi kedua setelah indeks sempat menguat pada sesi awal yang ditopang saham sektor energi dan emas.
Penguatan harga minyak jenis WTI di atas 89 dolar AS per barel dan Brent di atas 97 dolar AS per barel memicu kewaspadaan tinggi di bursa saham.
"Berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah pada level tertinggi selama enam pekan terakhir, membuat para pelaku pasar cenderung mulai berhati-hati dan melakukan trading jangka pendek," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim.
Pasar diperkirakan masih akan mengalami tekanan dalam beberapa hari mendatang akibat potensi aksi ambil untung jelang akhir pekan.
"Diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6,279, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200- 6.250," ujar Ratna Lim.
Berdasarkan data IDX-IC, sektor properti memimpin penguatan sebesar 3,20 persen, sedangkan sektor barang konsumen non-primer mengalami penurunan paling tajam mencapai 1,08 persen. Total transaksi harian bursa tercatat mencapai Rp23,88 triliun dari 59,77 miliar saham yang diperdagangkan.