Liverpool Mengajukan Tawaran Resmi untuk Merekrut Yan Diomande
Klub Liga Utama Inggris Liverpool mengambil langkah agresif dengan resmi mengajukan penawaran finansial pertama bernilai besar kepada RB Leipzig untuk merekrut penyerang sayap asal Pantai Gading, Yan Diomande, pada bursa transfer musim panas Juni 2026.
Langkah berani ini ditempuh oleh manajemen The Reds untuk mengisi kekosongan lini serang setelah kepastian hengkangnya Mohamed Salah dan bergantinya kursi kepelatihan ke tangan Andoni Iraola. Dilansir dari Jateng Akurat, klub asal Jerman tersebut mematok harga tidak kurang dari 130 juta euro atau sekitar Rp2,1 triliun untuk talenta muda berusia 19 tahun itu.
Jurnalis sepak bola Fabrizio Romano membeberkan dinamika perburuan ini dalam podcast "Here We Go". Liverpool bersaing ketat dengan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, demi mengamankan tanda tangan sang pemain.
"Diomande is probably one of the most exciting and electrifying wingers on the market." kata Fabrizio Romano, jurnalis bursa transfer.
Romano menjelaskan bahwa keunggulan olah bola yang komplit menjadi alasan utama mengapa bintang muda tersebut menjadi incaran utama banyak klub raksasa Eropa saat ini.
"Now, it’s difficult to find players who can be young, talented [good in] one-v-one, fast, score, deliver assists… it’s very difficult." ujar Fabrizio Romano.
Berdasarkan laporan GiveMeSport, posisi Liverpool kini diklaim lebih menguntungkan karena mereka telah memiliki ruang skuad dan alokasi anggaran dana yang siap dikucurkan setelah kepergian beberapa pemain.
"He’s wanted by Liverpool and PSG. Both clubs are still in the mix. Liverpool are really pushing and really insisting to make it happen. For Liverpool, he’s a top, top priority. They are offering important money to the player to get it done. On the other side, PSG are also keen but it depends on what happens Bradley Barcola, Goncalo Ramos and Kang-in Lee. There are players that have to leave at PSG, while at Liverpool they’ve already made space with Mo Salah leaving and more players." kata Fabrizio Romano.
Di sisi lain, upaya Paris Saint-Germain terhambat karena kewajiban melepas beberapa penyerang mereka terlebih dahulu sebelum meresmikan rekrutan baru. Namun, sang pemain sendiri tidak menutupi kekagumannya terhadap klub asal Paris tersebut.
"Paris Saint-Germain adalah tim yang saya sukai sejak kecil. Saya rasa ayah saya juga pendukung PSG. Itu adalah tim yang saya kagumi sebagai pencinta sepak bola," kata Yan Diomande, penyerang sayap RB Leipzig.
Meskipun mengakui memiliki kedekatan emosional dengan klub masa kecilnya, Diomande menegaskan fokus utamanya saat ini belum tertuju pada spekulasi masa depan kariernya.
"Saya tidak memikirkan masa depan. Saat ini saya fokus pada Piala Dunia, lalu kita lihat nanti apa yang terjadi." ujar Yan Diomande.
Pemain muda terbaik Bundesliga musim 2025/2026 ini memilih untuk menyerahkan urusan negosiasi sepenuhnya kepada pihak klub yang berwenang.
"Klub-klub akan menyelesaikan urusannya masing-masing dan kita lihat bagaimana kelanjutannya. Saya masih terikat kontrak dengan Leipzig dan saya senang bermain di sini," ujar Yan Diomande.
RB Leipzig sendiri berada dalam posisi tawar yang kuat karena mengikat Diomande dengan kontrak hingga tahun 2030 tanpa klausul pelepasan. Direktur Olahraga Leipzig Marcel Schäfer menegaskan bahwa pihaknya tidak berada dalam tekanan untuk menjual sang pemain dan bertekad kuat mempertahankannya di Jerman.