Legenda Sepak Bola DIY Fajar Listyantara Meninggal Dunia Usia 45 Tahun

Share

Dunia sepak bola Daerah Istimewa Yogyakarta berduka atas meninggalnya mantan pemain PSS Sleman dan PSIM Jogja, Markus Fajar Listyantara, pada Sabtu (25/7/2026) dini hari dalam usia 45 tahun akibat penyakit gagal ginjal. Adik kandung dari mantan pelatih Seto Nurdiyantoro tersebut menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif dan rutin melakukan prosedur hemodialisis sejak Maret 2026.

Kabar duka tersebut disampaikan secara resmi melalui akun Instagram PSS Sleman yang mengungkapkan belasungkawa atas wafatnya salah satu mantan pemain terbaik klub berjuluk Super Elja tersebut.

"Keluarga besar PSS Sleman mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Fajar Listiyantara, mantan pemain luar biasa untuk PSS Sleman. Terima kasih atas dedikasi, perjuangan, nilai-nilai serta loyalitas yang telah diberikan dan tanamkan untuk PSS Sleman. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Selamat jalan, legenda," tulis akun Instagram PSS Sleman.

Pihak manajemen PSS Sleman turut merasa kehilangan figur yang meninggalkan rekam jejak berharga bagi perjalanan sejarah tim.

"Manajemen PSS Sleman menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Markus Fajar Listyantara, salah satu putra terbaik Sleman yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah PSS Sleman," kata Vita Subiyakti, Perwakilan Eksekutif PSS.

Vita menambahkan bahwa kontribusi almarhum akan menjadi teladan yang tidak terpisahkan dari sejarah klub.

"Jejak pengabdian beliau akan selalu menjadi bagian dari sejarah PSS Sleman dan inspirasi bagi generasi penerus," lanjut Vita Subiyakti.

Selain mengenang jasa-jasanya di lapangan hijau, manajemen juga menyoroti amanat yang pernah disampaikan almarhum kepada para pendukung.

"Kami juga mengenang pesan terakhir almarhum yang mengajak seluruh suporter untuk terus menjaga sportivitas, kerukunan, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut menjadi warisan yang sangat berharga bagi sepakbola Yogyakarta dan akan terus kami jaga bersama," terang Vita Subiyakti.

Di akhir pernyataannya, manajemen PSS mendoakan keberkahan bagi almarhum dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Manajemen PSS Sleman mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi kehilangan ini. Sugeng tindak, Mas Fajar. Terima kasih atas setiap dedikasi dan keteladanan yang telah diberikan. Namamu akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar PSS Sleman, dan semangatmu akan terus hidup di hati Bumi Sembada," tutup Vita Subiyakti.

Gelombang duka juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman atas kepergian pemain yang memulakan karier profesionalnya pada musim 1999/2000 tersebut.

"Hari ini, lapangan hijau dan seluruh masyarakat Sleman diselimuti duka yang mendalam. Kita melepas salah satu putra terbaik, Markus Fajar Listyantara. Sosok legenda yang pernah mendedikasikan hidup, tenaga, dan cintanya untuk mengharumkan nama daerah," tulis Harda Kiswaya, Bupati Sleman, melalui akun Instagram resminya.

Harda menilai dedikasi yang ditunjukkan pesepak bola kelahiran Kalasan tersebut mencerminkan nilai-nilai kehormatan dan perjuangan tinggi.

"Setiap keringat dan jejak baktinya telah mengukir sejarah yang akan terus menginspirasi generasi muda Sleman dari masa ke masa," lanjut Harda Kiswaya.

Unggahan tersebut ditutup dengan doa dan penghormatan terakhir bagi legenda sepak bola daerah.

"Selamat jalan, Legenda. Perjuangan, dedikasi, dan keteladananmu akan selalu hidup dan menyala dalam jiwa sepak bola Sleman," tutup Harda Kiswaya.

Penghormatan terakhir juga disampaikan oleh sang kakak yang pernah menukangi PSS dan PSIM.

"Selamat jalan Dik, damai di sisi Tuhan," tulis Seto Nurdiyantoro, mantan pelatih PSS dan PSIM.

Semasa aktif bermain, Fajar dikenal sebagai pelopor eksekusi lemparan ke dalam jarak jauh dan sempat membela Timnas U-23 Indonesia. Selain mendedikasikan 13 tahun kariernya di PSS Sleman dan 2 tahun di PSIM Jogja, ia juga sempat memperkuat PPSM Magelang serta aktif melatih SSB Potorono U-15.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author