Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia

Share

Dunia sepak bola berduka setelah legenda sekaligus Wakil Presiden Kehormatan AC Milan, Franco Baresi, meninggal dunia akibat penyakit kanker paru-paru yang dideritanya. Berita duka ini dilansir dari Corriere della Sera pada Jumat (31/7/2026).

Kondisi kesehatan sang kapten legendaris mulai memburuk sejak 3 Agustus tahun lalu ketika AC Milan mengumumkan bahwa Baresi harus menjalani operasi pengangkatan nodul paru-paru. Selama masa penanganan medis tersebut, ia menghabiskan waktu bersama istrinya, Maura, serta kedua anaknya, Edoardo dan Giannandrea.

Sebelum wafat, Baresi terpaksa melewatkan laga uji coba AC Milan di Glasgow serta tradisi latihan perdana pramusim klub. Kendati demikian, ia sempat tampil di publik saat menjadi pembawa obor dalam upacara Pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina bersama Beppe Bergomi di Milan.

Di sisa hidupnya, Baresi terus menunjukkan kasih sayang mendalam kepada sang istri, Maura, yang mendampinginya sejak awal karier profesional hingga akhir hayat jelang usia pernikahan ke-40 pada September mendatang.

"Apakah Anda tahu bahwa saya mengatakan 'aku mencintaimu' kepadanya setiap hari?" kata Baresi dalam wawancara bersama Corriere della Sera saat mengenang momen pertemuannya dengan Maura.

Pertemuan pasangan tersebut bermula di restoran Piccolo Alleluja di Montevarchi tempat Maura bekerja, yang kemudian diprakarsai oleh tukang pijat AC Milan kala itu, Paolo Mariconti.

"Maura melayani di meja restoran Piccolo Alleluja di Montevarchi. Dia adalah putri dari pemilik restoran. Tukang pijat AC Milan, Paolo Mariconti, menyadari bahwa saya menatap gadis pirang yang sangat cantik itu dengan terpesona. Jadi dia membantu saya dan berkata kepadanya: 'Nona, tolong layani dia terlebih dahulu, karena dia adalah kapten'," ujar Baresi.

Masa-masa sulit pengobatan dialami mantan bek tangguh tersebut di tengah keinginan kuatnya untuk tetap dekat dengan dunia sepak bola dan klub tercintanya.

"Soalnya, sampai sesuatu yang buruk terjadi, seseorang berpikir bahwa dirinya abadi," ujar Baresi.

Kepergian Baresi meninggalkan duka mendalam bagi publik San Siro dan seluruh pencinta sepak bola dunia yang mengenangnya sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author