Larne Mengincar Sejarah Baru di Inver Park Jelang Hadapi Tre Fiori
Klub asal Irlandia Utara, Larne, bersiap melakoni pertandingan leg kedua babak pertama kualifikasi Liga Champions melawan wakil San Marino, Tre Fiori, di Stadion Inver Park. Tuan rumah berada dalam posisi kuat setelah mengantongi keunggulan agregat tipis 1-0 lewat gol tunggal Matthew Lusty.
Pertandingan penentu ini menjadi krusial mengingat pemenang laga akan melaju ke babak kualifikasi kedua untuk menantang mantan juara Eropa, Red Star Belgrade. Sebaliknya, tim yang menelan kekalahan bakal terlempar ke kompetisi kualifikasi babak ketiga Conference League berdasarkan regulasi UEFA.
Manajer Larne, Gary Haveron, memberikan perhatian khusus terhadap jalannya pertandingan sebelumnya di San Marino. Haveron menyoroti performa lini serang timnya sekaligus memberikan informasi terkait cedera bek Sam McClelland yang harus ditarik keluar akibat terkena injakan pemain lawan.
"The kid (Lusty) is a class act," kata Gary Haveron seperti dilansir saluran media klub.
Haveron menilai ketajaman penyerang mudanya tersebut menjadi ancaman nyata sepanjang pertandingan di leg pertama. Pergerakan dinamis Lusty dianggap menyulitkan barisan pertahanan musuh sebelum ia mencetak gol penentu kemenangan.
"He's so sharp, so agile, he can change direction on a sixpence, he's a real threat in the game," sambung Gary Haveron.
Meskipun meraih poin penuh di laga tandang, sang manajer mengaku ada beberapa catatan evaluasi bagi performa anak asuhnya. Ia merasa skuadnya tampil dominan namun kurang efisien dalam menyelesaikan peluang di depan gawang.
"I thought he did really, really well, but there's a number of good performances," ujar Gary Haveron.
Kekecewaan lain yang dirasakan oleh Haveron adalah terkait kondisi fisik Sam McClelland yang mengalami luka robek dalam pada bagian tumit. Namun, ia memastikan cedera tersebut bukan merupakan kekambuhan dari masalah tendon Achilles yang sempat diderita sang pemain sebelumnya.
"I'm bitterly disappointed for Sam McClelland," lanjut Gary Haveron.
Ia memuji daya juang bek tersebut yang tetap memaksakan diri bermain hingga babak pertama usai. Kontribusi McClelland bahkan membuahkan assist penting berupa sundulan kepala yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Lusty.
"I'm really disappointed for him, he battled onto half-time…how he stayed out there with the cut he has on the back of his heel is unbelievable," jelas Gary Haveron.
Haveron mengapresiasi karakter kuat yang ditunjukkan anak asuhnya di tengah rasa sakit akibat cedera. Kontribusi nyata tersebut dianggap menjadi penentu kemenangan bersejarah bagi klub di kompetisi elite Eropa.
"It shows you the type of character he is to stay out there and he kept battling to get us an assist for the goal," tambah Gary Haveron.
Kemenangan di laga tandang ini diakui sebagai momen yang sangat membanggakan bagi seluruh elemen tim. Kompetisi kualifikasi Liga Champions menjadi panggung tertinggi yang krusial bagi sejarah perkembangan Larne.
"It's a really proud moment for the club to get a win in the Champions League, the premier competition in club football," ucap Gary Haveron.
Kendati demikian, Haveron menyatakan timnya seharusnya bisa tampil lebih meyakinkan dan membawa pulang margin gol yang lebih besar ke Irlandia Utara. Dominasi permainan di area kotak penalti lawan dinilai tidak berbanding lurus dengan papan skor akhir.
"To come here and get a result away from home, you have to be pleased," kata Gary Haveron.
Sang pelatih mengeluhkan penyelesaian akhir timnya yang membuang sejumlah kesempatan emas selama pertandingan berlangsung. Hasil 1-0 dianggap belum sepenuhnya mencerminkan jalannya laga yang mereka kuasai sepenuhnya.
"I'm probably disappointed if truth be told, we could have been more convincing than the 1-0 win suggests," tutur Gary Haveron.
Kekecewaan tim tamu juga bertambah setelah wasit Artem Gasparyan asal Armenia menganulir gol kedua yang dicetak oleh Lusty. Keputusan tersebut diambil wasit setelah meninjau monitor VAR di tepi lapangan.
"For the dominance, for the amount of box entries we had, we really should have came away with a couple more goals," keluh Gary Haveron.
Meski mengkritik keputusan wasit yang mengagalkan gol tambahan tersebut, Haveron menegaskan fokus utama timnya telah tercapai. Target untuk membawa modal kemenangan ke Inver Park kini sudah berada di tangan.
"I'm disappointed with the one that gets chalked off, it looks very soft to me, but we came here to get a result to take back to Inver Park on Tuesday night and that's what we've done," pungkas Gary Haveron.
Di kubu lawan, Tre Fiori yang dilatih oleh Danilo Girolomoni membawa misi berat untuk membalikkan defisit satu gol di markas Larne. Tim asal San Marino tersebut diprediksi akan melakukan perombakan taktik dan bermain lebih terbuka guna mengejar ketertinggalan agregat.