Lando Norris Menang GP Hungaria 2026 Usai Piastri Mengalami Masalah

Share

Pebalap McLaren Lando Norris merebut kemenangan pada ajang Formula 1 Grand Prix Hungaria pada Minggu, 26 Juli 2026 di Sirkuit Hungaroring, setelah memanfaatkan masalah teknis yang dialami rekan satu timnya, Oscar Piastri.

Piastri sempat memimpin awal balapan setelah mengungguli Norris di tikungan ketiga, namun posisinya melorot akibat insiden saat hendak menoverlap Carlos Sainz dan akhirnya pensiun di lap 56 akibat kerusakan kotak roda gigi.

Max Verstappen dan pemimpin klasemen sementara Kimi Antonelli melengkapi posisi podium di urutan kedua dan ketiga, sementara Charles Leclerc finis di posisi keempat setelah Lewis Hamilton dijatuhi sanksi penalti lima detik akibat melanggar batas kecepatan di area pit-lane.

Di sisi lain, strategi alokasi ban Ferrari menjadi sorotan setelah Hamilton menjadi satu-satunya pebalap di barisan depan yang menyimpan satu set ban lunak baru untuk balapan, hasil dari keputusan taktis di sesi kualifikasi.

Pebalap Ferrari Charles Leclerc mengungkapkan rasa kekecewaannya karena gagal menemukan ritme terbaik sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi akibat perubahan arah angin di sirkuit.

"Saya sedikit kecewa. Sebagian besar kecewa karena saya tidak menemukan solusi untuk Tikungan 1 dan Tikungan 12 sepanjang hari ini," kata Charles Leclerc, pebalap Ferrari.

Leclerc menjelaskan bahwa kecepatan mobilnya memang tidak pernah mencapai level yang ditunjukkan oleh rekan satu timnya sepanjang sesi Sabtu.

"Hari ini ada cukup banyak perubahan angin, dan saya pikir saya tidak melakukan pekerjaan yang baik dalam mengantisipasinya dengan pengaturan mobil. Namun kecepatannya tidak pernah mencapai level Lewis, jadi ini semua tentang mencoba memaksimalkan hari ini," ujar Charles Leclerc, pebalap Ferrari.

Masalah teknis juga sempat dialami tim Red Bull yang membawa kembali sayap belakang 'Macarena', serta persiapan McLaren yang membagi pengujian komponen lantai baru antara Norris dan Piastri sejak sesi latihan bebas.

Sanksi penalti tiga posisi grid yang diterima Hamilton akibat menghalangi Piastri saat kualifikasi turut memperberat langkah sang pebalap Inggris, yang meluapkan kekecewaannya di media sosial.

"Kadang-kadang Anda memang tidak bisa mendapatkan keberuntungan. Akhir minggu lainnya di mana saya merasa sangat baik di semua sesi, tetapi kemudian semuanya berantakan," kata Lewis Hamilton, pebalap Ferrari.

Meskipun demikian, Hamilton menegaskan optimismenya terhadap peningkatan performa mobil jelang balapan mendatang.

"Setelah 3 penalti dalam 3 akhir pekan, menjadi sulit untuk mempertahankan positivitas itu. Tetap saja, saya tidak akan membiarkan hambatan ini menghilangkan kemajuan yang telah kami buat sebagai sebuah tim," ujar Lewis Hamilton, pebalap Ferrari.

Pebalap muda Isack Hadjar membagikan pandangannya terkait penggunaan komponen sayap belakang baru pada mobil Red Bull di Sirkuit Hungaroring.

"Sayap belakang kami telah divalidasi, jadi kami akan kembali dengan versi Macarena, yang seharusnya lebih cepat," kata Isack Hadjar, pebalap Red Bull.

Hadjar menambahkan bahwa karakteristik lintasan sangat cocok dengan manajemen energi dan profil kecepatan mobilnya.

"Plus, ini adalah lintasan yang lebih cocok untuk kami dalam hal energi, dan ini adalah sirkuit dengan beberapa bagian cepat, yang sangat cocok untuk saya," ujar Isack Hadjar, pebalap Red Bull.

Analis media Dario Marrafuschi memaparkan hasil simulasi strategi ban dari tim-tim papan atas yang tetap memprioritaskan penggunaan ban keras.

"Ketika saya melihat strategi ideal adalah Medium-Hard-Hard, saya bertanya: mengapa tidak Medium-Hard-Soft, mengingat performa ban lunak yang bagus? Para insinyur menjelaskan bahwa meskipun ban lunak berperilaku sangat baik, degradasi ban tersebut tetap lebih tinggi daripada ban keras," kata Dario Marrafuschi, jurnalis F1inGenerale.

Marrafuschi menambahkan bahwa kondisi stint terakhir akan menentukan apakah penggunaan ban lunak di akhir balapan dapat membuahkan hasil positif.

"Meskipun demikian, tanpa begitu banyak insinyur yang menjalankan kalkulasi ekstensif, saya akan serius mempertimbangkan ban Soft juga. Banyak hal bergantung pada seberapa lama stint kedua pada ban keras dapat diperpanjang," ujar Dario Marrafuschi, jurnalis F1inGenerale.

Pebalap McLaren Oscar Piastri menceritakan kendala yang dihadapinya setelah absen pada sesi latihan pertama (FP1) akibat memberikan mobilnya kepada pebalap muda Leonardo Fornaroli.

"Melewatkan FP1 pasti memberikan dampak yang sedikit lebih besar dari yang saya perkirakan, karena kondisi lintasan cukup berbeda dari apa yang biasa kami rasakan," kata Oscar Piastri, pebalap McLaren.

Piastri menyebutkan bahwa penggantian komponen besar seperti lantai mobil tanpa uji coba awal turut menyulitkan penyesuaian balapannya.

"Itu tidak ideal. Tentu saja, Anda tidak ingin mengubah bagian-bagian besar pada mobil seperti itu jika tidak harus melakukannya," ujar Oscar Piastri, pebalap McLaren.

Bos tim McLaren Andrea Stella memberikan penjelasan terkait dampak absennya Piastri pada latihan awal terhadap ritme kualifikasinya.

"Dampak utama pada akhir pekaannya adalah fakta bahwa ia melewatkan FP1, bukan karena tidak memiliki komponen baru," kata Andrea Stella, Kepala Tim McLaren.

Stella memastikan bahwa McLaren akan terus merotasi prioritas pengujian komponen baru antar pebalap pada seri-seri berikutnya.

"Biasanya, dalam hal prioritas untuk pebalap kami, kami bergantian. Pada acara sebelumnya, Lando melewatkan FP1 dan kali ini adalah giliran Oscar untuk melewatkan FP1," ujar Andrea Stella, Kepala Tim McLaren.

Sementara itu, pebalap senior Lewis Hamilton membagikan pendapatnya mengenai peta persaingan dan pembaruan teknis mobil Ferrari dibanding pesaingnya.

"Mereka memenangkan hampir semua balapan. Mereka cepat di semua jenis sirkuit dan juga kuat di tikungan lambat," kata Lewis Hamilton, pebalap Ferrari.

Hamilton menegaskan bahwa perubahan pada mobil balapnya tidak mengubah karakter dasar kendaraan secara signifikan.

"Mobil kami tidak sangat berbeda dari mobil yang kami miliki di Monako. Ada beberapa perubahan kecil dan halus, tetapi pada dasarnya mobil ini masih sebanding," ujar Lewis Hamilton, pebalap Ferrari.

Ia juga merefleksikan pencapaian pribadinya sepanjang paruh pertama musim balap yang dinilainya belum maksimal.

"Saya tidak memikirkan bagian kedua musim ini. Bagian pertama tahun ini oke, tapi mungkin tidak di atas rata-rata," kata Lewis Hamilton, pebalap Ferrari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author