LAFC Rotasi Pemain Atasi Kelelahan Skuad Menjelang Laga MLS

Share

Pelatih LAFC Marc Dos Santos bakal menerapkan pembagian menit bermain untuk mengatasi kelelahan ekstrem yang melanda para pemain utama menjelang laga tandang Major League Soccer (MLS) melawan Colorado Rapids di Commerce City pada pertengahan Agustus 2026.

Keputusan rotasi tersebut diambil menyusul jadwal padat klub yang harus menjalani delapan pertandingan dalam kurun waktu satu bulan, di mana jadwal laga rutin berlangsung setiap hari Rabu dan Sabtu.

Kondisi fisik pemain bintang Son Heung-min menjadi perhatian utama staf pelatih setelah dirinya selalu tampil sebagai starter sejak berakhirnya jeda Piala Dunia 2026 dan sempat mencatatkan empat gol berturut-turut pada awal kembalinya ke kompetisi reguler.

Performa bomber asal Korea Selatan itu mulai melambat akibat kelelahan fisik usai gagal mencetak gol pada tiga laga berturut-turut di League Cup, yang berujung pada tersingkirnya LAFC di posisi kelima fase liga.

Masalah stamina berlanjut saat LAFC menelan kekalahan 0-1 dari San Diego FC pada laga pekan ke-19 MLS tanggal 16 Agustus, sehingga posisi tim merosot ke peringkat ketiga Wilayah Barat dengan torehan 34 poin.

Manajemen klub mengakui minimnya pergerakan pada bursa transfer lalu memaksa tim pelatih untuk terus memaksimalkan jajaran pemain utama yang ada di tengah ketatnya jadwal bertanding.

"Minggu ini adalah minggu terakhir dari jadwal padat di bulan Agustus. Kami memainkan delapan pertandingan selama sebulan, dengan pertandingan pada hari Rabu dan Sabtu setiap minggu, jadi kami harus menekan para pemain sangat keras," ujar Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Ia mengonfirmasi bahwa beberapa anggota tim mulai mendekati batas kemampuan fisik mereka akibat beban bertanding yang terlalu tinggi.

"Saya merasa beberapa pemain telah dipaksa terlalu jauh. Beberapa bahkan mendekati cedera. Mempertimbangkan pertandingan tandang Colorado yang akan datang dan pertandingan Portland Timbers berikutnya, penting untuk mengurangi kelelahan pemain," kata Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Selain fokus pada pemulihan fisik secara menyeluruh, Dos Santos juga menyoroti aspek usia dalam susunan pemain yang dimilikinya saat ini.

"LAFC memiliki rata-rata usia tertua kedua di MLS. Oleh karena itu, kami harus mengelola waktu bermain pemain di kelompok usia tertentu secara hati-hati," tutur Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Ia mengakui keberadaan penyerang andalannya memberikan dampak besar di lapangan, namun situasi saat ini menuntut langkah yang lebih rasional.

"Secara pribadi, saya ingin Son Heung-min selalu bermain karena tim jauh lebih mengancam saat dia berada di lapangan. Namun, tidak realistis mengharapkan satu pemain mempertahankan performa puncak saat bermain tiga pertandingan seminggu selama beberapa minggu berturut-turut," ucap Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Dos Santos menekankan bahwa kebijakan penyesuaian waktu bertanding ini tidak hanya dibebankan pada satu individu saja.

"Kami harus memberikan perhatian khusus tidak hanya kepada Son Heung-min tetapi juga kepada pemain kunci seperti Denis Bouanga," ujar Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Ia menjelaskan rencana perjalanan tim yang cukup menguras tenaga sebelum melakoni pertandingan berikutnya.

"Meskipun seluruh skuad akan bepergian ke Colorado, mempertimbangkan jadwal kembali ke Los Angeles pagi-pagi sekali setelah pertandingan dan menghadapi Portland hanya dengan persiapan satu hari, kami akan mendistribusikan waktu bermain dalam pertandingan ini," kata Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Keterbatasan komposisi pemain menjadi alasan utama pelatih terpaksa menurunkan pilar utama secara terus-menerus.

"Kami tidak dapat sepenuhnya mengisi posisi yang ingin kami perkuat di pasar transfer ini, jadi kami tidak punya pilihan selain menggunakan pemain yang ada secara berlebihan," tutur Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Ia optimistis kondisi kebugaran para pemain akan segera membaik setelah melewati periode kritis di bulan Agustus ini.

"Setelah kita melewati jadwal padat ini, kita akan kembali ke ritme normal dengan hanya memainkan satu pertandingan per minggu," ucap Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Sebelumnya, kegagalan melangkah ke perempat final League Cup sempat memberikan tekanan psikologis tersendiri bagi ruang ganti tim asal California tersebut.

"Meskipun Anda memberikan segalanya untuk mencapai final atau perebutan tempat ketiga, kalah pada akhirnya berarti mencurahkan begitu banyak energi untuk sesuatu yang sia-sia. Pada akhirnya, Anda tidak bisa tidak merasa hampa," ujar Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Ia mengungkapkan bahwa penurunan stamina berdampak langsung pada performa teknis di atas lapangan.

"Meskipun para pemain secara mental fokus dan bersemangat untuk memberikan hasil, jika Anda bertanya apakah mereka berada di puncak secara fisik, jawabannya adalah tidak. Kami telah mendorong pemain kami hingga batasnya baru-baru ini. Kami tidak dapat dengan cepat mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain yang pergi selama jendela transfer, memaksa kami untuk menggunakan anggota skuad yang ada secara berlebihan," kata Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

Dos Santos menegaskan komitmennya untuk tidak menurunkan standar permainan tim terlepas dari kendala rotasi.

"Sebagai pelatih LAFC, Anda harus menurunkan lini depan terbaik di setiap pertandingan dan membidik kemenangan turnamen. Mencurahkan segalanya ke dalam setiap pertandingan adalah tugas LAFC. Saya tidak ingin menjadi manajer yang memperlakukan pertandingan secara santai dengan alasan rotasi," tutur Marc Dos Santos, Pelatih LAFC.

LAFC dijadwalkan langsung kembali ke Los Angeles setelah laga melakoni Colorado Rapids untuk bersiap menghadapi Portland Timbers dalam lanjutan kompetisi MLS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author