Lafa Pratomo Rilis Mini Album Garis Tegak Gaet 12 Musisi Lintas Genre

Share

Produser musik Lafa Pratomo resmi meluncurkan mini album terbarunya bertajuk Garis Tegak setelah 12 tahun berkarya di belakang panggung. Momen rilisan ini menandai langkah barunya dalam menghadirkan karya personal ke hadapan publik.

Proyek album tersebut mengusung konsep kolaborasi lintas genre yang digarap bersama KithLabo. Lafa menggandeng 12 musisi kenamaan tanah air untuk mengeksekusi ide silang genre tersebut, dilansir dari Detikcom.

Jajaran musisi yang terlibat dalam proyek ini antara lain Feby Putri, Matter Mos, Hursa, Nadhif Basalamah, Bilal Indrajaya, dan The Jansen. Selain itu, ada pula kolaborasi White Chorus bersama Ari Lesmana, Jason Ranti dengan Isyana Sarasvati, serta Hindia yang berpasangan dengan Banda Neira.

Lafa mengungkapkan bahwa proyek ambisius ini tidak mungkin dikerjakan seorang diri tanpa dukungan musisi lain.

"Jadi keinginan bikin album udah lama, tapi pada akhirnya gua berpikir kayaknya gue gak mungkin sendirian gitu. Gua harus dibantu dan ditemani oleh teman-teman yang lain supaya seru sih kalau ramai-ramai. Kalau sendirian, iiih gak beres-beres biasanya," kata Lafa sambil tertawa saat jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Mengenai judul album, Lafa menjelaskan bahwa Garis Tegak membawa makna filosofis tentang resiliensi atau daya tahan diri dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

"Gue merasa itu adalah simbol dari resiliensi. Gimana kita bertahan untuk terus berdiri, bisa tetap berdiri, dan tetap waras gitu. Dan ini gak mungkin bisa menjadi tegak kalau gue sendirian. Jadi karena gue ditemenin sama teman-teman yang hebat-hebat, ya jadilah ini garis yang tegak," ujar Lafa.

Proses memasangkan musisi dari genre yang berbeda diakui memberikan tantangan tersendiri. Namun, proses rumit tersebut justru menjadi daya tarik utama dalam pembuatan album ini.

"Pusing, iya pasti. Tapi prinsip gue adalah kalau ada yang lebih pusing kenapa harus yang mudah? Pokoknya hidup kayak apa kita nyusah-nyusahin diri sendiri aja lah," tutur Lafa.

Lafa menambahkan bahwa esensi utama dari bermusik adalah menciptakan kesenangan bagi pendengar maupun pembuatnya.

"Dengan pairing-pairing yang cross-genre ini, itu hal yang menyenangkan sih. Mungkin challenging, mungkin pusing, tapi buat gue wah ini super sih menyenangkannya rada lumayan kelewat batas gitu," kata Lafa.

Peluncuran lagu-lagu dalam album Garis Tegak akan dilakukan secara bertahap. Karya perdana yang dirilis ke publik adalah lagu berjudul Seperti Angka Delapan yang dibawakan oleh Feby Putri bersama Matter Mos.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author