Laba Bersih Gudang Garam Melonjak Ditopang Efisiensi dan Aksi Beli Asing

Share

Harga saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melesat 14,34 persen ke level Rp21.725 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026), didorong aksi beli bersih investor asing senilai Rp130,39 miliar serta lonjakan laba bersih perseroan sepanjang semester I-2026.

Penguatan harga saham emiten produsen rokok tersebut dipicu oleh lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 2.440 persen secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2026, GGRM membukukan laba bersih Rp2,97 triliun, melesat drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp117,16 miliar.

Lonjakan kinerja keuangan ini membuat laba per saham GGRM meroket menjadi Rp1.547 per lembar dari sebelumnya Rp61. Lonjakan laba terjadi meski pendapatan atau omzet perseroan mengalami penurunan sebesar 7,19 persen menjadi Rp41,17 triliun pada paruh pertama 2026, turun dari posisi Rp44,36 triliun pada semester I-2025.

Penurunan omzet tertekan oleh segmen sigaret kretek mesin (SKM) yang berkontribusi 89 persen terhadap total penjualan, namun terkoreksi 7,88 persen secara tahunan. Kenaikan laba bersih perseroan ditopang oleh langkah efisiensi ketat, di mana biaya pokok penjualan berhasil ditekan 13,28 persen menjadi Rp35,19 triliun dari sebelumnya Rp40,58 triliun.

Penghematan beban produksi dan operasional ini mendorong laba bruto GGRM tumbuh menjadi Rp5,98 triliun dengan marjin laba tebal mencapai 14,5 persen. Selain itu, perseroan juga berhasil menekan beban bunga sepanjang semester pertama tahun ini.

Di luar bisnis inti rokok, lini bisnis infrastruktur GGRM tercatat masih membukukan rugi operasional sebesar Rp166,9 miliar pada paruh pertama 2026. Angka kerugian operasional segmen ini sebenarnya menyusut dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp332,78 miliar, dibantu pendapatan konstruksi pengerjaan ruas jalan tol Kediri-Tulungagung senilai Rp465,72 miliar.

Adapun pendapatan operasional lini bisnis Bandara Dhoho Kediri yang dikelola melalui PT Surya Dhoho Investama tercatat masih relatif terbatas. Lini ini turut menanggung beban amortisasi hak konsesi sebesar Rp124,17 miliar serta liabilitas jangka panjang senilai Rp590,35 miliar terkait kewajiban peningkatan kemampuan dalam perjanjian konsesi jasa bersama PT Angkasa Pura I.

Hingga akhir Juni 2026, total aset Gudang Garam tercatat berada di posisi Rp77,87 triliun dengan kas dan setara kas sebesar Rp8,71 triliun, sementara total liabilitas perseroan mencapai Rp13,77 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author