Khvicha Kvaratskhelia Perkuat PSG Hadapi Arsenal di Final Liga Champions
Paris Saint-Germain siap menurunkan penyerang sayap andalan mereka, Khvicha Kvaratskhelia, untuk menghadapi Arsenal dalam laga final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Pemain asal Georgia tersebut menjadi sorotan besar setelah mencatatkan kontribusi gol atau assist dalam tujuh pertandingan fase gugur secara beruntun sepanjang musim ini.
Kvaratskhelia saat ini mengoleksi total 10 gol di kompetisi Eropa dan menempati peringkat kelima dalam daftar top skor sementara.
Secara keseluruhan, mantan pemain Napoli tersebut telah terlibat dalam 16 proses gol di Liga Champions musim ini, sejajar dengan Harry Kane dan Kylian Mbappe.
Ketajaman sang pemain di lini depan juga dibarengi dengan kontribusi defensif yang tinggi sesuai dengan instruksi dari sang pelatih.
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique memberikan penjelasan mengenai fleksibilitas taktik sang pemain yang menjadi alasan utama perekrutannya pada Januari 2025.
"Ia memiliki kemampuan duel satu lawan satu yang hebat dan bisa bermain di dalam maupun sebagai nomor sembilan. Ia mewakili ide fleksibilitas, dengan kemampuannya melakukan overlap dan beradaptasi dengan sistem kami," ujar Luis Enrique.
Performa defensif Kvaratskhelia juga mengalami peningkatan signifikan setelah dirinya beradaptasi dengan gaya permainan yang diterapkan oleh juru taktik asal Spanyol tersebut.
"Ia memiliki kapasitas bertahan yang luar biasa; kami membutuhkan sebelas pemain untuk bertahan," kata Luis Enrique.
Kvaratskhelia mengakui adanya perubahan besar dalam kedisiplinan bermainnya tanpa bola sejak bergabung dengan raksasa Prancis tersebut.
"Secara teknis saya sama bagusnya ketika di Napoli, tetapi saya berkembang pesat dalam bertahan bersama Luis Enrique. Dengan pelatih ini, kami harus bertahan seperti pemain bertahan," ujar Khvicha Kvaratskhelia, penyerang sayap PSG.
Berkat penampilan impresifnya yang membuahkan trofi Ligue 1 dan Trophee des Champions, nama Kvaratskhelia kini masuk sebagai salah satu kandidat kuat pemenang Ballon d'Or 2026.
"Saya memang merasakan atmosfer pembicaraan itu, namun fokus saya bukan pada diri sendiri. Saya lebih memilih untuk tetap menjadi pribadi yang sederhana karena saya bermain murni karena cinta pada sepak bola," tutur Khvicha Kvaratskhelia kepada TNT Sports.
Pemain berusia 25 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya lebih memilih untuk menikmati setiap momen di lapangan bersama seluruh elemen tim.
"Setiap kali berada di lapangan, keinginan terbesar saya adalah menikmati momen bersama rekan setim, klub, serta pelatih dan staf yang luar biasa. Meski hidup saya terasa sedikit berubah, saya ingin tetap rendah hati," tambah Khvicha Kvaratskhelia.
Motivasi tinggi juga dirasakan oleh sang pemain setiap kali berlaga di kompetisi antarklub kasta tertinggi di Eropa tersebut.
"Setiap kali mendengar lagu tema Liga Champions dikumandangkan, semangat saya langsung meluap-luap. Rasanya sungguh berbeda dan magis, itulah alasan mengapa turnamen ini sangat istimmewa bagi setiap pemain," ungkap Khvicha Kvaratskhelia.
Dilansir dari laporan sport.detik.com pada Jumat, 29 Mei 2026, persaingan dalam daftar pencetak gol terbanyak masih dipimpin oleh Kylian Mbappe dengan 15 gol, disusul Harry Kane dengan 14 gol.
Namun, baik Mbappe maupun Kane sudah tidak bisa menambah perolehan gol mereka karena klub masing-masing telah gugur di babak sebelumnya.
Berikut adalah daftar lengkap posisi klasemen top skor Liga Champions musim 2025/2026 berdasarkan data terkini:
| Pemain | Klub | Gol |
|---|---|---|
| Kylian Mbappe | Real Madrid | 15 |
| Harry Kane | Bayern Munich | 14 |
| Julian Alvarez | Atletico Madrid | 10 |
| Anthony Gordon | Newcastle United | 10 |
| Khvicha Kvaratskhelia | PSG | 10 |
Selain persaingan top skor secara umum, internal skuad Les Parisiens dan The Gunners juga menunjukkan produktivitas yang kompetitif di lini depan.
Berikut adalah daftar pencetak gol terbanyak dari kedua tim yang akan bertanding di babak final:
| Pemain | Klub | Gol |
|---|---|---|
| Khvicha Kvaratskhelia | PSG | 10 |
| Ousmane Dembélé | PSG | 7 |
| Gabriel Martinelli | Arsenal | 6 |
| Vitinha | PSG | 6 |
| Viktor Gyökeres | Arsenal | 5 |
| Désiré Doué | PSG | 5 |
Pertandingan final ini menjadi momentum penting bagi PSG untuk menyamai rekor Real Madrid sebagai tim di era modern yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions berturut-turut.