Kurir Makanan China Raih Penghargaan Sastra Lu Xun
Di banyak negara, penghargaan sastra biasanya merayakan jejak akademik dan kiprah panjang di dunia budaya. Namun kisah Wang Jibing menawarkan bentuk lain dari ketekunan: ia bekerja sebagai pengantar makanan, tapi menulis puisi di sela kesibukannya, memaksa dunia melihat literasi datang dari jalanan.
Wang Jibing, pria 56 tahun, berhasil meraih Penghargaan Sastra Lu Xun—penghargaan bergengsi yang memakai nama salah satu penulis besar China abad ke-20. Penghargaan itu diraih lewat kumpulan puisinya, yang selama ini tumbuh dari pengalaman kerja lapangan.
Pada titik tertentu, publik bahkan mengenalnya lewat karya yang tampak sederhana: puisi yang ia tulis di secarik kertas saat waktunya memungkinkan, lalu menyebar di media sosial sebelum akhirnya mengantarkannya ke panggung sastra.
Bagaimana Wang Bisa Mendapatkan Penghargaan Sastra?
Menurut laporan BBC yang dikutip di artikel tersebut, Wang terbiasa menulis puisi di sela-sela pengiriman. Ia tidak menulis dari ruang kelas atau studio—melainkan dari jeda-jeda pekerjaan yang terus berganti lokasi. Ia menuangkan gagasan dengan secarik kertas, menyusun baris-baris yang kelak membawanya pada pengakuan nasional.