Kuasa Hukum Ruben Onsu Pertanyakan Tawaran Co-Parenting Sarwendah

Share

Kubu Ruben Onsu memberikan respons atas tawaran co-parenting yang disampaikan pihak Sarwendah, dengan mempertanyakan alasan tawaran itu baru muncul sekarang walaupun komunikasi soal pengasuhan anak sudah berjalan lama, dilansir dari Detik Hot.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyatakan keheranannya terhadap perubahan sikap tersebut dan menilai jika ada niat menjalankan pengasuhan bersama, seharusnya dilakukan sejak awal setelah rumah tangga mereka berakhir.

Minola juga mempertanyakan pemahaman pihak Sarwendah tentang co-parenting yang menurutnya bukan hanya soal pembagian peran antara mengasuh dan memenuhi kebutuhan finansial anak.

"Itu pertanyaannya. Terus yang kedua, dia paham nggak sih apa itu co-parenting? Co-parenting itu kan adalah membesarkan anak secara bersama-sama, bekerja sama untuk membesarkan anak secara bersama-sama antara ayah dan ibu meskipun sudah tidak ada ikatan perkawinan lagi," ujar Minola Sebayang.

Ia menegaskan bahwa co-parenting mengharuskan kedua orang tua berdiskusi dan mengambil keputusan bersama terkait kebutuhan anak, termasuk pendidikan dan biaya.

"Nah, sekarang dia mau bekerja sama? Dia mau artinya itu apapun tentang anak ini dibicarakan dan didiskusikan sama si Ruben?" lanjut Minola.

Minola menyatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan menjalankan co-parenting jika keduanya memiliki pemahaman dan komitmen sama.

"Kalau memang mau kenapa nggak dari dulu? Oke nggak apa-apa kita kasih kesempatan saat ini mungkin dia ingin co-parenting. Tapi dia memang mau nggak? Co-parenting itu adalah bekerja sama bersama-sama untuk membesarkan anak, diskusi mengenai masalah biaya, masalah kebutuhan anak, masalah pendidikan anak seluruhnya," tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Minola menekankan bahwa co-parenting harus berorientasi pada kepentingan anak dan bukan sekadar pembagian tanggung jawab sepihak.

"Co-parenting itu adalah bekerja sama antara orang tua meskipun sudah nggak ada ikatan perkawinan lagi demi anak. Jangan ajakan-ajakan co-parenting tapi yang dipahami co-parenting itu adalah satu mengasuh dan menguasai anak-anak, satu cuma bayar kebutuhan saja tanpa ada waktu untuk berkumpul. Nah ini juga salah," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author