KTB Uji Ketahanan Mesin Diesel Euro 4 Gunakan Biodiesel B50

Share

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memastikan bahwa mesin kendaraan bermotor diesel berspesifikasi Euro 4 tetap aman mengonsumsi bahan bakar biodiesel B50 setelah menyelesaikan rangkaian uji jalan sejauh 40 ribu kilometer tanpa kendala operasional, Rabu (29/8/2026) di Tangerang.

Pengujian ketat tersebut dilakukan guna merespons kekhawatiran pelaku industri terkait kesesuaian spesifikasi BBM B50 pada teknologi mesin Euro 4 yang telah diterapkan secara nasional. Menurut informasi yang dilansir dari Detik Oto, hasil evaluasi teknis menunjukkan performa mesin Fuso tidak mengalami gangguan signifikan selama masa pengujian.

"Mitsubishi Fuso terlibat diikutsertakan dalam tes pengujian B50, dan itu sudah selesai sampai 40 ribu kilometer. Selama 40 ribu kilometer dilaporkan tidak menemui hal-hal signifikan yang mengganggu kinerja mesin kita," ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT KTB di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (29/8/2026).

Meskipun lulus uji ketahanan, pihak distributor resmi Mitsubishi Fuso tersebut mengingatkan bahwa standar ideal mesin berteknologi Euro 4 sebenarnya memerlukan bahan bakar berkualitas lebih tinggi guna menjaga ketahanan jangka panjang.

"Terkait B50, teknologi kendaraan diesel di Indonesia per April 2022 sudah menggunakan Euro4. Dengan teknologi Euro4 itu sebenarnya bahan bakar yang disarankan adalah CN51, itu kategori fuel-nya adalah Pertamina Dex. Itu sebenarnya yang disarankan untuk kendaraan teknologi Euro4," paparnya.

Kebijakan mandatori B50 yang mulai diimplementasikan sejak 1 Juli lalu hingga kini belum menunjukkan adanya keluhan teknis di tingkat konsumen pasar.

"Tapi sekarang government sudah rilis B50, impact-nya seperti apa di lapangan? Karena baru diimplementasikan per 1 Juli, belum ada semacam temuan kita dengan B50 akhirnya ada masalah. Sampai sekarang secara tes kita tidak ada masalah, dampaknya seperti apa di pasar, karena baru berjalan satu bulan belum ada laporan atau temuan negatif atau mengganggu operasional konsumen," lanjut Aji.

Guna mengantisipasi penurunan kualitas BBM di wilayah tertentu, pemeliharaan rutin pada komponen penyaring bahan bakar menjadi kewajiban mendasar bagi para pemilik armada.

"Disarankan karena ini teknologi Euro4 tapi tidak menggunakan Pertamina Dex, berarti harus lebih disiplin konsumennya, per 10 ribu kilometer harus dicek filter-nya. Kalau kualitas fuel-nya memang jelek banget di suatu daerah berakibat ke filter harus diganti. Kalau tidak diganti, ya harus dibersihkan," jelas Aji.

Langkah perawatan tambahan berupa pembersihan sistem pembakaran juga direkomendasikan untuk mencegah risiko timbulnya sumbatan pada injektor.

"Di luar itu ada beberapa saran dari APM khususnya Mitsubishi Fuso. Misalnya penggunaan injector cleaner, supaya kinerja mesinnya tetap baik walaupun ada situations fuel-nya tidak sesuai spesifikasinya," ungkap Aji.

Sebagai opsi penunjang, penyediaan komponen filter tambahan dapat diterapkan untuk menjaga efisiensi mesin secara maksimal.

"Kemudian ada opsional buat konsumen, misalnya additional filter," tambahnya lagi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author